Awal April 2020, Sebanyak 4.471 Warga NTB Pulang Kampung

0
Kepala Dinas Perhubungan NTB Lalu Bayu Windia
Foto : Kepala Dinas Perhubungan NTB Lalu Bayu Windia (MetroNTB/Ist)

Mataram, MetroNTB.com – Jumlah masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB) yang pulang kampung awal April mencapai ribuan baik dari Luar Negeri. Mereka yang menjadi TKI atau mereka yang datang dari luar yang statusnya mengenyam dunia pendidikan maupun bekerja di luar daerah.

“Berdasarkan Data Dinas Perhubungan NTB sampai 8 April 2020 berjumlah 4.471 orang dengan delapan pintu masuk yaitu Bandara tiga pintu Bandara Internasional Lombok (BIL), Bandara Salahuddin Bima dan Bandara Kaharudin Sumbawa,” ujar Kepala Dinas Perhubungan NTB Lalu Bayu Windia

Ada lima pintu masuk jalur darat laut yaitu pelabuhan Lembar, Benete, Bima, Pemenang, Badas, Labuhan Lombok, Pototano dan Sape.

“Data yang ada di Dishub adalah data setiap orang yang masuk,” katanya

Lalu Bayu mengatakan mereka yang tiba di NTB jika kondisi mereka sehat maka mereka masuk berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG) atau Orang Dalam Pantauan (ODP).

ODP orang yang punya riwayat perjalanan ke wilayah terpapar corona, meski belum ada gejala keluhan, maka wajib dipantau selama 14 hari. Mereka diharuskan isolasi diri selama 14 hari.

“Itu data penumpang. Artinya orang yang datang ke NTB apapun professinya apa TKI, atau santri dan lain lain,” jelas Lalu Bayu.

Ia mengatakan Dishub bertugas mengumpulkan data selanjutnya data tersebut ditindaklanjuti oleh Dinas Kesehatan Provinsi NTB.

“Jika dibandingkan dengan bulan Maret tren penumpang di April ini menurun,” cetusnya

Berdasarkan data Dishub NTB di Bulan Maret penumpang tiba di NTB menxpai 10.940 orang.

“Jika dilihat dari trend penumpnag jauh turun. Yang datang sepertinya orang NTB yang pulang karena di tempat sana juga mereka tidak nyaman,” tutur Lalu Bayu

“Akses pintu masuk tetap kita jaga,” sambungnya

Ia juga menjelaskan bagi yang pulang Pertama, ia akan dicatat dari mana riwayat perjalanannya, nama, alamat, no-hp, suhu tubuh saat masuk NTB.

“Mereka akan diberikan “kartu siaga sehat” atau Helath Alert Card (HAC),” jelasnya

Dalam kartu siaga sehat ini, lanjutnya disebutkan secara rinci tentang apa saja yang harus dilakukan, no telpon yang harus dihubungi jika membutuhkan layanan kesehatan.

“Sebaliknya, melalui pencatatan ini, pihak Dinas Kesehatan memiliki rekaman tentang siapa saja yang datang dari luar NTB pada musim pandemi ini,” papar Lalu Bayu

Kebijakan Pemda, jelas Lalu Bayu siapa pun yang masuk ke NTB saat ini, akan dicatat sebagai ODR (Orang Dengan Resiko) atau  ODP (Orang dengaj Resiko).

“Disitu direkam datanya. Form atau blanko HAC, diberikan pada saat seseorang membeli tiket. Misalnya, kalau datang dari Padangbai, form  diberikan di Padangbai. Pada saat beli tiket,” ungkapnya

Diatas kapal, penumpang sempat mengisi HAC, kemudian ketika turun di Pelabuhan Lembar, kartu akan diambil. Kartunya yang terdiri dari 2 sisi, akan disobek oleh petugas. Satu sisi HAC dikasih ke petugas,  satu sisi lagi buat penumpang.

Selain HAC, akan dikasih satu lagi kartu pemberitahuan karantina mandiri, untuk ditempel dirumahnya.

“Sebagai penanda saja. Isinya dia baru datang (dari luar negeri atau luar daerah) dan sedang melalukan karantina mandiri dirumahnya,” kata Bayu menambahkan (red)

Comments

comments