Ini Penjelasan Dikes NTB Terkait Bocah 2 Tahun Positif Covid-19

0
Foto : Kepala Dinas Kesehatan NTB, dr Nurhandini Eka Dewi (MetroNTB/Ist)

Mataram, MetroNTB.com – Pasien nomor 27 HW (2) asal Gunung Sari bersama keluarganya tidak punya riwayat bepergian ke daerah terjangkit Covid-19 dan tidak punya riwayat kontak dengan pasien Covid-19 sebelumnya. Kondisi ini membuat publik banyak mempertanyakan.

Menjawab banyak pertanyaan, dari mana HW tertular, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, dr Nurhandini Eka Dewi menjelaskan, saat ini petugas kesehatan terus melakukan contact tracing untuk kasus HW, menelusuri dan melakukan screening dan dilakukan uji swab bagi keluarga, tetangga dan orang-orang yang pernah dekat dengan HW.

“Kenyataan yang harus kita terima saat ini, ada carier yang tidak menunjukkan gejala di sekitar anak ini. Contact tracing sudah dilakukan ke riwayat kontak erat. Nanti hasil swab kontak erat ini yang menjawab dimana cariernya, atau siapa penularnya,” terang dr Eka

Ia mengungkapkan, dalam epidemiologi saat pandemi maka kasus seperti HW ini akan muncul di satu titik, yaitu saat sudah muncul carier di sekitar namun tidak disadari oleh masyarakat sekitar. Keberadaannya akhirnya baru disadari setelah muncul kasus.

“Sehingga anjuran jaga jarak, rajin cuci tangan, dan menggunakan masker saat bepergian memang harus mulai ditaati. Sebab yang paling berbahaya menularkan itu carier yang tanpa gejala. Seseorang yang sudah terpapar, namun secara klinis dia sehat, ini yang rentan. Sehingg contact tracing ini menjadi penting kita tingkatkan,” tuturnya

Kasus HW ini semakin menunjukan, kata dr Eka bahwa perjuangan NTB bukan hanya mencegah dan meminimalisir potensi penyebaran Covid-19 dari carrier luar daerah. Sebab, transmisi lokal pun sudah terjadi di beberapa daerah di NTB.

“Transmisi lokal sudah terjadi di  Mataram, Lombok Timur, dan sekarang Lombok Barat. Sudah terjadi transmisi lokal dari penderita Covid-19 kepada orang di sekitarnya,” cetusnya

dr Eka mencontohkan, kasus pasien pasien nomor 04, warga Kota Mataram. Pasien ini tertular di luar daerah yang masuk dalam cluster Bogor. Pasien ini kemudian menulari istri dan anaknya yang hasil test swabnya sudah dinyatakan positif.

“Contoh kasus transmisi lokal itu, pasien 04. Istri dan anaknya (menjadi) positif itu transmisi lokal. Jadi transmisi lokal ini bisa terjadi dimana saja, bisa di rumah, tempat ibadah atau tempat lainnya,” ulasnya

Memastikan, tambahnya tidak ada carrier tanpa gejala di RSUD NTB, pihak RSUD juga sudah melakukan tes swab kepada seluruh dokter dan perawat. Dan hasilnya semua negatif.

“Semua dokter dan perawat yang merawat pasien positif di RSUD Provinsi NTB  sudah di-tes. Alhamdulillah hasilnya negatif,” tukasnya.

Sementara, Sekertaris Daerah NTB yang juga Kepala Pelaksana Harian Gugus Tugas Covid-19 Provinsi NTB, H Lalu Gita Ariadi mengatakan, saat ini Gugus Tugas NTB sedang terus bekerja untuk mencegah, menangani, dan meminimalisir penyebaran Covid-19.

Menurutnya, kasus balita HW yang dinyatakan positif sebagai pasien nomor 27-NTB, juga sudah ditangani secara medis dan dirawat dalam kondisi baik di RSUD Provinsi NTB.

“Semua pasien positif kita pastikan ditangani dengan baik sesuai protokol kesehatan Covid-19. Upaya contact tracing juga terus kita lakukan untuk menekan penyebaran penularannya,” katanya.

Menurut dia, tim medis menyatakan positip pasti atas dasar temuan medis yang dapat dan harus dipertanggung jawabkan.

“Lebih cepat diketahui positif, maka lebih cepat untuk ditangani dengan tepat sesuai standart penanganan Covid-19. Yang agak bermasalah justru kalau sembunyikan hasil pemeriksaan sehingga terlambat dan salah treatment mediknya,” cetus Lalu Gita

Ia mengatakan, dalam masa pandemik sekarang ini, berani menyatakan positif justru merupakan tugas berat Gugus Tugas. Sebab selain harus menangani dan merawat pasien positif, juga harus melakukan tracing dengan malacak hulu dan hilir pola relasi pasien dengan lingkungannya.

“Sehingga untuk membantu menekan penyebaran Covid-19 ini, kami juga minta masyarakat agar tetap mentaati anjuran pemerintah,” tandasnya

Lalu Gita meminta masyarakat bisa berpartisipasi aktif dalam mencegah penularan penyakit Covid-19 dengan cara disiplin melaksanakan physical distancing, bekerja di rumah, beribadah di rumah, belajar di rumah, dan kegiatan-kegiatan produktif di rumah masing-masing (*)

Comments

comments