Triwulan Pertama, 2955 PMI Asal NTB Sudah Pulang Kampung Sebelum Covid-19

0
Kepala BNP2TKI Mataram Abri Danar Prabawa
Foto : Kepala BNP2TKI Mataram Abri Danar Prabawa (MetroNTB/Ist)

Mataram, MetroNTB.com – Triwulan I sejak 1 Januari hingga 30 Maret 2020, BNP2TKI Mataram telah melayani proses Penempatan keluar negeri sebanyak 4606 PMI ke berbagai negara, dan terbanyak ke Negara Malaysia.

“Dalam periode yang sama. Sebanyak 2955 PMI asal Provinsi NTB yang telah habis kontrak,” ujarnya Kepala BNP2TKI Abri Danar Prabawa saat dikonfirmasi melalui telepon, Minggu 12 April 2020.

Abri Danar menegaskan bahwa PMI asal Provinsi Nusa Tenggara Barat tersebut sudah pulang kampung sebelum tanggap darurat Covid-19.

“Jadi mereka sudah dirumah sebelum social distancing berlaku di wilayah NTB. Dan bukan karena covid-19, tapi karena kontrak habis,” tegasnya

Ia mengatakan, dengan kondisi yang sekarang dalam masa tanggap darurat Covid-19, sebagai langkah antisipasi adanya PMI yang habis kontrak dan pulang kampung. BNP2TKI Mataram telah berkoordinasi Disnakertrans Provinsi NTB dan stekholder terkait dalam memberikan pelayanan kepada PMI.

“Sebanyak 2955 itu yang sudah pulang selama triwulan I 2020 bukan yang akan pulang, dan mereka sudah pulang karena kontrak habis bukan karena dampak covid-19,” kata Abri Danar

Pihaknya bersama pemerintah daerah akan memberikan pelayanan maksimal dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 kepulangan PMI dari negara penempatan yang terdampak virus Corona Covid-19.

“Kami terus meningkatkan koordinasi dengan para stakeholder, terutama dengan Disnakertrans NTB dan KKP Kota Mataram,” tandasnya

Terkait data kepulangan saat ini, tambahnya pihaknya belum bisa memastikan jumlah pasti PMI yang pulang ke NTB. Namun berapa pun PMI yang akan pulang akan kami layani dengan baik sesuai tugas dan kewenangan kami.

“Ini jadi perhatian kita bersama untuk menyiapkan pelayanan kepulangan PMI kita, baik melalui bandara ataupun pelabuhan sesuai dengan protokol penanganan virus Covid-19,” kata Abri Danar menambahkan (*)

Comments

comments