Mulai Besok, RS Unram Siap Lakukan Pemeriksaan Swab Covid-19

0
Rumah Sakit Universitas Mataram (RS Unram)
Foto : Rumah Sakit Universitas Mataram (RS Unram) (MetroNTB/Lan)

Mataram, MetroNTB.com – Mulai besok, Minggu 12 April 2020, Rumah Sakit Universitas Mataram (RS Unram) telah siap menerima pemeriksaan Laboratorium sampel swab Covid-19.

Direktur RS Unram dr Taufik, Sp.OT., melalui keterangan tertulis yang disampaikan Wakil Rektor (WR) II Prof Dr Kurniawan, SH., M.Hum mengatakan bahwa alat kelengkapan guna pemeriksaan dan atau uji swab di Laboratorium RS Unram telah diinstal.

“Alhamdulillah, semua alat RT-PCR (Reverse Transcription-Polymerase Chain Reaction, red), alat pendukung dan bahan untuk pemeriksaan Covid-19 sudah di Laborat RS Unram termasuk Reagent. Insya Allah, Senin sudah mulai dikerjakan pemeriksaannya,” katanya, Sabtu 11 April 2020

Ia mengungkapkan, Tim Pemeriksa Khusus (TPK) Covid-19 RS Unram hari ini akan mengadakan pertemuan untuk penyamaan prosedur. Termasuk akan dilakukan uji coba alat.

“Insya Allah, mulai besok hari Ahad 12 April 2020 Rumah Sakit Unram, sudah mulai menerima pengiriman sampel dari RS lain,” ungkap Prof Kurniawan

Pemeriksaan yang akan diutamakan adalah pasien yang membutuhkan yakni pasien dalam pengawasan ( PDP) dan orang dalam pemantauan (ODP).

“Adapun yang lain pemeriksaan secara mandiri. Hal ini sama dengan di Gubernuran, dimana Pak Gub, Ibu Wagub dan jajarannya mengutamakan masyarakat yang membutuhkan dulu. Ini kaitannya dengan adanya usul dari dosen Unram, agar semua warga Unram diperiksa lebih dahulu,” jelasnya.

Terpisah, WR VI Unram Yusron Saadi, ST., M.Sc., Ph.D mengatakan, pihaknya saat ini sedang membahas kemungkinan diadakannya kerjasama dengan Pemerintah Kota Mataram, untuk pemeriksaan Covid-19. Dimana semua pasien RS Kota dan Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Mataram, akan diperiksa di Laboratorium RS Unram.

“Selanjutnya akan dibicarakan kerjasama dengan pemda-pemda lain se-NTB. Semoga dengan mulai operasi alat Covid-19 di RS Unram, akan memberikan manfaat bagi masyarakat NTB dalam penanggulangan Covid-19, sehingga akan bisa mengurangi atau mencegah angka kematian,” tuturnya

“Alhamdulillah, berkat kerjasama semua pihak akhirnya alat dan bahan terutama Reagent bisa kita dapatkan,” ucapnya

Sementara Rektor Unram Prof. Dr. HL. Husni, S.H., M.Hum. menjelaskan, dari sekitar 40 Laboratorium RS Litbangkes yang mendapat SK Kemenkes RI sebagai laboratorium jejaring Covid-19, baru sekitar 30 persen yang telah beroperasi. Hal itu karena terkait kelangkaan alat seperti Reagent.

“Dari 13 Laboraturium RS Perguruan Tinggi besar yang ditunjuk, yang jalan baru empat RS Fakultas Kedokteran (FK) yaitu RS Unair, RS Unhas, RS Padjajaran, dan RS Andalas. Sedangkan RS-FK UI, RS-FK UNS, RS UGM baru uji coba kemarin, Senin lusa rencana operasional,” terangnya.

Disebutkannya, meskipun RS Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, RS Universitas Sumat (USU), RS Undip, dan Universitas Tanjungpura (Untan) telah ada alat. Namun rata-rata terkendala Reagent yang belum ada, karena itu hingga saat ini belum ada kejelasan kapan dapat beroperasi.

“Mudah-mudahan semua bisa berjalan lancar untuk pengabdian pada masyarakat, pengembangan pendidikan dan penelitian,” harapnya.

Pun demikian, Prof. Husni berpesan agar masyarakat mematuhi imbauan, maklumat, dan edaran pemerintah dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) guna mencegah penyebaran Covid-19, dengan tidak keluar rumah jika tidak ada kepentingan mendesak, menjaga pola hidup bersih dan sehat (PHBS) dengan membudayakan cuci tangan pakai sabun (CTPS) mengunakan air yang mengalir, memakai masker jika berada di luar rumah serta selalu menjaga jarak dengan orang lain (social distanting).

“Khusus bagi anak-anakku para mahasiswa dan mahasiswi, yang saat ini melaksanakan perkuliahan dari rumah masing-masing, agar mentaati anjuran dan himbauan pihak kampus dan pemerintah. Sedangkan keperluan untuk perkuliahan daring yang telah diberlakukan Unram, kami dari Rektorat telah memberikan fasilitas berupa kuota 30GB dari Indosat dan Telkomsel,” katanya.

“Selain itu kami juga memberikan subsidi berupa pulsa sebesar Rp. 50 ribu, kepada masing-masing mahasiswa selama tiga bulan ke depan, berlaku mulai bulan April ini yang dikoordinir oleh Pustik (Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi,” kata Rektor menambahkan (red)

Comments

comments