Bahas Covid-19 Di NTB, Gubernur Telekonferensi Dengan Bupati/Walikota

0
Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) H  Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah melakukan telekonferensi dengan Kapolda NTB, Danrem 162/WB, Kajati NTB, serta seluruh Bupati dan Walikota se-NTB di ruang kerjanya, Selasa, 7 April 2020.
Foto : Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) H  Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah melakukan telekonferensi dengan Kapolda NTB, Danrem 162/WB, Kajati NTB, serta seluruh Bupati dan Walikota se-NTB di ruang kerjanya, Selasa, 7 April 2020 (MetroNTB/Hms)

Mataram, MetroNTB.com – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) H  Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah melakukan telekonferensi dengan Kapolda NTB, Danrem 162/WB, Kajati NTB, serta seluruh Bupati dan Walikota se-NTB di ruang kerjanya, Selasa, 7 April 2020.

Telekonferensi tersebut, Gubernur membahas penanganan penyebaran wabah dan strategi mengatasi dampak ekonomi dan sosial Covid-19 di NTB.

“Jangan sampai kita hanyut dalam mengantisipasi corona saja, meminta masyarakat stay at home. Namun kita abai terhadap aspek sosial dan ekonomi masyarakat,” ujar Gubernur

Ia menjelaskan, selain program dari pusat, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota juga harus berkontribusi dan berkoordinasi demi menghindari tumpang tindih dan ketepatan sasaran program.

“Akan ada jaring pengaman sosial dari pemerintah pusat dan provinsi sehingga ketika program ini dieksekusi tidak ada tumpang tindih implementasi di kabupaten dan kota,” terang Bang Zul sapaan akrabnya

“Program ini akan di eksekusi selama 3 bulan, ada bantuan dari pemerintah pusat, provinsi dan kab/kota sehingga masyarakat diharapkan bisa berdamai dengan keadaan ini,” kata Bang Zul

Senada, Wakil Gubernur NTB, Hj Sitti Rohmi Djalilah melalui telekonferensi menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang telah mengerahkan seluruh kemampuannya dalam penanganan Covid-19 di NTB.

“Terima kasih kepada Kapolda, Kajati, Danrem sudah totalitas dalam penanganan Covid-19,” ucapnya.

Wagub menekankan untuk memaksimalkan peran Puskesmas dalam penanganan Covid-19.

“Puskesmas kita kedepannya fungsinya tidak hanya untuk edukasi, namun juga bisa berfungsi untuk perawatan kasus ringan di desa,” tegasnya

“Kita harus yakinkan betul puskesmas kita siap. Sehingga pasien-pasien yang sakit dengan gejala ringan tidak semuanya harus ke Rumah Sakit umum, cukup ke posyandu sehingga konsekuensinya APD disana harus cukup,” kata Rohmi menambahkan (Hms/*)

Comments

comments