Bupati Minta Perketat Pintu Keluar Masuk Pelabuhan Lembar

0
85
Bupati Lombok Barat H Fauzan Khalid saat rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Kabupaten Lombok Barat, di Ruang Kerja Bupati Lombok Barat, Giri Menang, Selasa 24 Maret 2020
Foto : Bupati Lombok Barat H Fauzan Khalid saat rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Kabupaten Lombok Barat, di Ruang Kerja Bupati Lombok Barat, Giri Menang, Selasa 24 Maret 2020 (MetroNTB/Hms)

Lombok Barat, MetroNTB.com – Bupati Lombok Barat, H Fauzan Khalid  mengatakan hingga saat ini kasus Covid-19 Lombok Barat masih tetap zona hijau atau negatif corona.

“Kewaspadaan harus tetap ditingkatkan. Perketat jalur keluar masuk Pelabuhan Lembar,” ujarnya
saat rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Kabupaten Lombok Barat, di Ruang Kerja Bupati Lombok Barat, Giri Menang, Selasa 24 Maret 2020

“Kita harus tetap dalam kewaspadaan dan tidak boleh lengah akan status yang kita sandang saat ini,” tegas Fauzan

Ia mengungkapkan bahwa jalur keluar masuk dari dan ke Lombok Barat yakni melalui Pelabuhan Lembar harus dilakukan pengawasan dan pemeriksaan para penumpang.

“Jangan sampai kita kecolongan,” imbuhnya

Tidak saja dari jalur resmi seperti Pelabuhan Lembar, lanjutnya namun juga dari jalur-jalur masuk lainnya yang tidak resmi perlu mendapatkan perhatian yang lebih ekstra.

“Kalau sekali saja kecolongan akan berakibat fatal bagi banyak orang dan kita berharap hal ini tidak boleh terjadi. Setiap orang yang masuk ke wilayah Lombok Barat harus melalui pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu,” tutur Fauzan

Sementara, perwakilan ASDP Lembar,  Yulianto menjabarkan hal-hal yang telah dilakukan pihaknya.

“Kami juga komit tidak hanya melakukan penyemprotan kepada manusia, tapi juga kendaraan agar tidak ada penularan,” ucapnya

Sayangnya, tambahnya pihaknya sangat kekurangan bahan untuk penyemprotan dan Alat Pelindung Diri (ADP).

“Ruang Tunggu harusnya disemprot tiga kali, tapi kekurangan alat dan bahan membuat kami kesulitan melakukannya sesuai kebutuhan,” ungkao Yulianto.

Baginya, para petugas yang bekerja di kapal dan pelabuhan juga sangat rawan dengan penularan

“Karena mereka pegang tiket dan pegang uang. Sama dengan anak buah kapal yang melayani penumpang,” Yulianto menambahkan (red)

Comments

comments