Pencegahan Dini Covid-19, Jihad Maqoshid As-syari’ah

0
236
Ketua LTN NU Lombok Timur Rof'il Khaeruddin, MA
Foto : Ketua LTN NU Lombok Timur Rof'il Khaeruddin, MA (MetroNTB/Ist)

MetroNTB.com – Di dunia ini, tidak ada satupun makhluk hidup yang menginginkan kebinasaan menimpa dirinya. Berbagai cara dalam mempertahankan kehidupan akan ditempuh, bahkan akan senantiasa berusaha sampai pada tarikan napas terakhir. Sebab, melindungi diri dari kebinasaan adalah bagian dari kewajiban bagi ummat Islam. Hal inilah, merupakan salah satu alasan dari ajaran Islam yang diajarkan oleh Nabi SAW kepada ummatnya.

Fenomena wabah virus corona yang melanda negeri ini, hari demi hari terus bertambah jumlahnya, baik yang terindikasi sampai yang positif bahkan sampai meninggal dunia. Hal ini terjadi karena masyarakat masih mendedikasikan keyakinannya pada pola pikir Jabbariyah, bahwa semua sudah tertulis di lauhul mahduzd (tentang hidup dan mati). Alasan fundamental ini, sepintas jika dilihat dari sudut pandang normatif memang mengandung kebenaran, tapi kebenaran disini harus dilihat juga dari perapektif Historis Kamanusiaan.

“Ah ngapain takut sama virus colorna’, lagian hidup mati kan sudah di tangan Tuhan atu kasep”.

Eeh dul, Antara iman, keyakinan dan kePDan itu harus mampu dibedakan dalam kasus ini. Sebab orang yang beriman tidak akan pernah meremehkan penyakit yang akan menimpa segenap masyarakat di negerinya, kecuali anda adalah orang terlanjur ‘Percaya Diri’ yang over obsessif, sehingga tidak sadar menjadi TAKABBUR (hati – hatilah..!!!)

Penyebaran covid 19 ini sangat misterius bahkan membutuhkan energi lebih untuk mendeteksi Contact Tracking pada siapa dan dimana makhluk halus ini singgah (menular). Oleh sebab itu Umaro’ (Pemimpin) mengeluarkan kebijakan menjaga jarak (Social Distancing) dengan orang yang kita kenal maupun yang baru kita kenal, tentu untuk menghindari segala kemungkinan terjadi (untuk sementara waktu).

Terus apa kaitannya dengan Pencegahan Dini merupakan upaya menjaga Maqoshid Syari’ah?

Tong, idealnya, Islam merupakan agama yang nilai – nilai keagamaannya memberikan jaminan terhadap pemeluknya (tentu yang beriman bukan yang ke-PD-an). Islam menjaga beberapa perkara yang melekat pada pemeluknya, baik secara individu maupun secara sosial.

Dalam kasus atau fenomena wabah corona ini, sangat urgen entong baca dan pahami;
1. Menjaga Agama (حفظ الدين)
2. Menjaga jiwa /kehidupan (حفظ النفس)
3. Menjaga Akal / Psikis (حفظ العقل)
4. Menjaga Keturunan / Keluarga (حفظ النسل/السب
5. Menjaga Harta Benda (حفظ المال)

Gaaess…  Kasep dan lu ye entong, Corona merupakan wabah virus yang membinasakan jiwa, nyawa kehidupan manusia. Menjaga diri dengan tetap menjalankan aturan pemerintah adalah alternatif untuk mencegah penyebaran virus covid 19 ini. Pendemik corona bak rantai listrik yang menyengat setiap yang bersentuhan dengan orang yang terinfeksi, makanya demi keamanan dan pencegahan dini, harus mampu di mulai dari diri sendiri.

Mas Boy, dengan menjaga diri kita sejak dini, berarti kita menjaga jiwa raga kita dari kebinasaan, bahkan menjaga segenap masyarakat di sekitar kita. Posisi menjaga jiwa adalah hal paling utama dalam kasus ini, sebab dengan menjaga jiwa, maka secara hirarkhis kita telah menjaga Agama, Aqal, keturunan dan harta benda kita dari berbagai macam wabah yang ada.

Ingat pesan Rasulullah SAW;
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الطَّاعُونُ آيَةُ الرِّجْزِ ابْتَلَى اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ بِهِ نَاسًا مِنْ عِبَادِهِ فَإِذَا سَمِعْتُمْ بِهِ فَلَا تَدْخُلُوا عَلَيْهِ وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا فَلَا تَفِرُّوا مِنْهُ (رواه البخارى والمسلم عن عصمة بن زيد)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tha’un (wabah penyakit menular) adalah suatu peringatan dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala untuk menguji hamba-hamba-Nya dari kalangan manusia. Maka apabila kamu mendengar penyakit itu berjangkit di suatu negeri, janganlah kamu masuk ke negeri itu. Dan apabila wabah itu berjangkit di negeri tempat kamu berada, jangan pula kamu lari daripadanya (uzhlah di kediamanmu).” (HR Bukhari dan Muslim dari Usamah bin Zaid).

Nah, dengan demikian, apakah sedulur sudah paham, atau masih dalam pendirian fundamentalnya? Marilah kita memulai dari diri kita, untuk keluarga dan masyarakat. Demi keharmonisan jiwa dan raga dan dijauhkannya dari wabah corona tersebut. Dengan menjaga diri (حفظ النفس), maka kita juga menjaga negara, mejaga kestabilan agama (حفظ الدين), menjaga kstabilan ekonomi (حفظ المال), menjaga kemanan sosial (حفظ النسل) serta menjaga ketenangan bathin dan fikiran (حفظ العقل).

Demikan, maka kita berdo’a semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa mengangkat wabah ini dengan cepat serta kita berdoa semoga Allah senantiasa melindungi kita dimanapun berada.

إشتدي يا أزمة تنفرجي
(Badai Pasti Berlalu)

Penulis : Ketua LTN NU Lombok Timur Rof’il Khaeruddin, MA

Comments

comments