Pemkab Lombok Barat Jamin Harga & Stok Bapok Aman Di Tengah Corona

0
120
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Hj Lale Prayatni saat Rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Kamis, di ruang Rapat Jayangrana, Kantor Bupati Lombok Barat, Giri Menang, Gerung, Kamis 19 Maret 2020
Foto : Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Hj Lale Prayatni saat Rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Kamis, di ruang Rapat Jayangrana, Kantor Bupati Lombok Barat, Giri Menang, Gerung, Kamis 19 Maret 2020 (MetroNTB/Hms)
Sebelum Post

Lombok Barat, MetroNTB.com – Pemerintah  Kabupaten Lombok Barat memastikan harga bahan pokok masih stabil dan ketersedian bahan pokok (Bapok) aman di tengah wabah virus Corona atau Covid-19.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Hj Lale Prayatni menegaskan komoditas yang dinyatakan aman di antaranya beras, gula, bawang merah, bawang putih dan bahan pokok lainnya.

“Kami akan monitor terus masalah ketersediaan bahan pokok dan harga, hanya saja dari bahan pokok tersebut harga yang masih tinggi ialah cabai rawit,” ungkapnya saat Rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Kamis, di ruang Rapat Jayangrana, Kantor Bupati Lombok Barat, Giri Menang, Gerung, Kamis 19 Maret 2020

Untuk bahan pokok seperti beras, ketersediaan di Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) masih aman. Perum Bulog mengalokasikan setiap tahun sekitar 100 ton untuk Lombok Barat. Begitu juga halnya ketersediaan padi relatif masih aman dengan stok sekitar 30 ton.

“Perum Bulog sampai saat ini masih tetap mensuplay beras ke toko-toko  modern sekitar 1ton/hari,” tutur Lale

Dari pemantauan, lanjutnya termasuk di Gudang JB ketersediaan pasokan gula masih kurang karena pengirimannya dari luar, tapi dirinya memastikan ketersediaan gula tetap aman. Sedangkan di gudang Indomarko dua bulan ke depan masih ada stok.

Untuk menjaga ketersediaan pangan Pemkab Lombok Barat akan membuat surat edaran guna stok bahan pokok tetap ada dengan  membatasi pembelian seperti bahan pokok beras, gula, minyak goreng, mie instan dan bahan pokok lainnya.

“Sebelumnya satgas pangan nasional membatasi pembelian beras maksimal 10 kg per pembeli, gula maksimal 2 kg, minyak 4 liter, hal itu juga kita lakukan agar ketersediaan bahan pokok tetap tersedia,” tandasnya.

Sementara, Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid mengatakan stok untuk sekarang memang relatif aman dan juga harga masih stabil.

“Yang perlu diperhatikan ialah masyarakat ekonomi ke bawah. Itu yang perlu dipikirkan,” ujarnya

“Tidak apa-apa kalau situasi mendesak kita akan berikan masyarakat yang tidak mampu sesuai dengan stok yang kita punya, Perindag (Perindustrian dan Perdagangan) secara aktif memantau terus harga pasar,” kata Fauzan menambahkan (red)

Comments

comments