KSB Satu-satunya Kab Berstatus Tidak BAB Sembarangan Di NTB

0
Wakil Gubernur NTB, Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah saat memberikan sambutan pada acara Advocacy Horizontal Learning (AHL) tahun 2020, yang diselenggarakan Asosiasi Kabupaten Kota Peduli Sanitasi (AKKOPSI) di Kabupaten Sumbawa Barat, Rabu Maret 2020 (MetroNTB/Hms)
Foto : Wakil Gubernur NTB, Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah saat memberikan sambutan pada acara Advocacy Horizontal Learning (AHL) tahun 2020, yang diselenggarakan Asosiasi Kabupaten Kota Peduli Sanitasi (AKKOPSI) di Kabupaten Sumbawa Barat, Rabu Maret 2020 (MetroNTB/Hms)

Sumbawa Barat, MetroNTB.com – Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) merupakan satu-satunya kabupaten di NTB yang telah 100 persen berstatus ODF (Open Defecation Free) atau tidak buang air besar sembarangan di NTB.

“Status tersebut diraih pemerintah kabupaten Sumbawa Barat, karena telah memiliki infrastruktur pengolahan sanitasi aman, berupa Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT). Sedangkan sembilan kabupaten/kota lainnya di NTB saat ini masih berstatus menuju ODF,” ungkap Wakil Gubernur NTB, Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah dalam sambutannya pada acara Advocacy Horizontal Learning (AHL) tahun 2020, yang diselenggarakan Asosiasi Kabupaten Kota Peduli Sanitasi (AKKOPSI), di Kabupaten Sumbawa Barat, Rabu 4 Maret 2020

“Saat ini pemerintah pusat dan provinsi terus berkolaborasi dalam mendorong kabupaten/kota di Indonesia, khususnya di NTB untuk lebih peduli pada persoalan mendasar masyarakat yaitu persoalan ketersediaan air bersih, sanitasi layak dan pelayanan kesehatan,” kata Rohmi

Ia menjelaskan, pemerintah provinsi NTB terus berupaya mewujudkan ODF 100 persen di seluruh kabupaten/kota se-NTB.

“Akselerasi program unggulan seperti revitalisasi posyandu, zero waste dan perbaikan kerusakan lingkungan, diyakini sebagai kunci dari suksesnya ODF di NTB,” terangnya

Rohmi menyakini, dengan memulai dari skup terkecil namun memiliki dampak besar, maka banyak persoalan kesehatan dan masalah sosial akan dapat ditangani mulai dari tingkat Dusun.

“Termasuk mengedukasi masyarakat dalam menjaga lingkungan dan prilaku tidak buang air sebarangan,” tandasnya

Dari 7.300 Posyandu yang ada di NTB, saat ini 1.300 telah menjadi posyandu Keluarga. Ia optimis tahun 2023 semua Posyandu di NTB bisa menjadi posyandu keluarga.

“ODF sangat erat hubungannya dengan stunting, oleh karena itu, mari kita dukung dan sama-sama kita perjuangkan ODF 100 persen di kabupaten/kota di NTB,” tukasnya

Sementara, Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat, Kementrian Kesehatan RI, dr Kirana Pritasari, sangat mengapresiasi KSB sebagai tempat penyelenggaraan AHL 2020.

Ia menilai pemilihan tersebut sangat tepat karena Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten Pringsewu dan Kabupaten Pinrang, adalah tiga kabupaten di Indonesia yang telah berstatus ODF.

“Saya menilai keberhasilan KSB dalam meraih status ODF, karena komitmen yang luar biasa dari kepala daerah dalam menjaga lingkungan dan perilaku masyarakat untuk tidak buang air sembarangan,” ungkapnya

Menurutnya, komitmen dari kepala daerah, merupakan faktor utama dalam mendukung keberhasilan meraih status ODF.

“Saat ini KSB juga telah memiliki infrastruktur penunjang yang sangat baik. Seperti mobil layanan sedot jamban dan sarana Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT),” kata Kirana

Ia berharap keberadaan infrastruktur ini terus dijaga dan dirawat baik oleh masyakat. “Mari kita jaga dan rawat infrastruktur yang ada, agar perilaku masyarakat juga terus terjaga, namun jika tidak dijaga dan dirawat baik, dikhawatirkan akan mengembalikan perilaku  masyarakat yang kurang baik terhadap lingkungan,” imbuhnya

Dalam kesempatan itu juga dilakukan peluncuran Aplikasi Go Pinki yang dapat digunakan masyarakat KSB untuk mendapatkan layanan sedot dan angkut Lumpur Tinja, untuk diolah di IPLT.

Selain itu, juga dilakukan deklarasi Taliwang, yang berisi komitmen untuk memastikan jajaran pemerintahan dapat bersama-sama mencapai BASNO di daerah masing-masing  menuju BASNO 2023. Deklarasi ditandatangani oleh 10 kabupaten/kota se-NTB (Hms/*)

Comments

comments