GMI KLU Tanam Seribu Pohon Di Hutan Adat Bun Sengaran

0
Gerakan Milenial Indonesia Kabupaten Lombok Utara (GMI KLU) bersama anggota DPRD Provinsi NTB Sudirsah Sujanto, Toga, Tomas, Tokoh Adat, Kepwil dan seluruh muda-mudi se Desa Tegal Maja melakukan penanaman seribu pohon di Hutan Adat Bun Sengaran, Lombok Utara, Minggu 1 Maret 2020.
Foto : Gerakan Milenial Indonesia Kabupaten Lombok Utara (GMI KLU) bersama anggota DPRD Provinsi NTB Sudirsah Sujanto, Toga, Tomas, Tokoh Adat, Kepwil dan seluruh muda-mudi se Desa Tegal Maja melakukan penanaman seribu pohon di Hutan Adat Bun Sengaran, Lombok Utara, Minggu 1 Maret 2020 (MetroNTB/Ist)

Lombok Utara, MetroNTB.com – Gerakan Milenial Indonesia Kabupaten Lombok Utara (GMI KLU) bersama anggota DPRD Provinsi NTB Sudirsah Sujanto, Toga, Tomas, Tokoh Adat, Kepwil dan seluruh muda-mudi se Desa Tegal Maja melakukan penanaman seribu pohon di Hutan Adat Bun Sengaran, Lombok Utara, Minggu 1 Maret 2020.

Suasana Hujan, kabut merangsak dalam penghijauan. Para pegiat basah kuyup, menggigil dalam dingin, penuh semangat menerabas rumput liar dengan parang tajam, menggali tanah, dan terus menanam pohon untuk bumi yang lestari.

Hutan yang lestari merupakan dambaan semua binatang-binatang yang hidup di sana, dambaan manusia yang mensyukuri setiap oksigen dan kesejukan yang diberikan oleh pohon-pohon.

Ketua Umum GMI KLU
Sugandi mengungkapkan, tujuan dilakukannya penanaman seribu pohon ini tiada lain sebagai bentuk partisipasi pemuda dalam melestarikan hutan adat serta untuk mengurangi pemanasan global dan melestarikan keberlangsungan hutan.

“Menjaga dan merawat hutan adat adalah tugas kita bersama-sama, tidak bisa diserahkan kepada satu orang saja meliankan semua masyarakat harus terlibat dalam melestarikan hutan,” ujarnya.

Dikatakannya, ada banyak pihak yang mendukung dan memberikan apresiasi atas terslenggaranya kegiatan penghijauan ini.

Salah satunya anggota DPRD NTB, Sudirsah Sujanto menyatakan bahwa penghijauan ini sebagai langkah pemuda yang tergabung dalamm GMI dengan menanam seribu pohon di hutan tersebut.

“Selain bentuk kepedulian terhadap kelestarian alam, hutan adat menurutnya memiliki posisi pending dalam kehidupan warga di Dusun Tuban Desa Tegal Maja,” ungkapnya

“Hutan yang memiliki berbagai macam manfaat bagi masyarakat dan lingkungan sekitar. Pohon-pohon adalah hidup kita,” katanya

Ia mempersembahkan keindahan dan kesegarannya pada kita. Tak cukup itu, pohon bergelanyut kebermanfaatan.

Menanam pohon dapat mengurangi dampak pemanasan global. Pohon mempunyai kemampuan menyimpan air dan tanah. Pohon membantu mengurangi polusi udara. Pohon membantu melestarikan tempat hidup binatang. Pohon juga dapat mencegah banjir serta mengurangi dampak dari hujan asam. Pohon sebagai pemecah sirkulasi angin.

“Pemecahan sirkulasi ini supaya udara tersebar dengan merata dalam suatu kawasan. Pohon memiliki akar serabut berguna untuk memecah erosi yang menyebabkan tanah longsor,” tandasnya

Melihat manfaat dari pohon tersebut, Maka Gerakan Milenial Indonesia Kabupaten Lombok Utara akan terus merawat dan melestarikan hutan adat kedepannya seperti semboyan KLU (Tioq Tata).

Gerakan Milenial Indonesia Kabupaten Lombok Utara (GMI KLU) bersama anggota DPRD Provinsi NTB Sudirsah Sujanto, Toga, Tomas, Tokoh Adat, Kepwil dan seluruh muda-mudi se Desa Tegal Maja melakukan penanaman seribu pohon di Hutan Adat Bun Sengaran, Lombok Utara, Minggu 1 Maret 2020.
Foto : Gerakan Milenial Indonesia Kabupaten Lombok Utara (GMI KLU) bersama anggota DPRD Provinsi NTB Sudirsah Sujanto, Toga, Tomas, Tokoh Adat, Kepwil dan seluruh muda-mudi se Desa Tegal Maja melakukan penanaman seribu pohon di Hutan Adat Bun Sengaran, Lombok Utara, Minggu 1 Maret 2020 (MetroNTB/Ist)

Artinya GMI KLU tidak hanya berfokus pada menanam, melainkan akan membersihkan tanaman liar, sehingga pohon dapat tumbuh dengan subur.

Ditengah perkembangan dunia modern tidak banyak pemuda yang peduli terhadap kelestarian hutan adat, mereka sibuk dengan dunia masing-masing.

Akan tetapi kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat para pemuda yang sudah berkontribusi dalam penghijauan di Hutan Adat Bun Sengaran.

Dalam penghujauan ini dilibatkan kurang lebih seratus pemuda dan para tokoh yang terlibat. Apresiasi yang mendalam dihaturkan sudah ikut berkontribusi dalam menjaga, menanam, dan merawat keberlangsungan hutan adat Bun Sengaran.

“Tidak lupa juga kami menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada para donatur, Dewan Perovinsi NTB, Toga, Tomas, Tokoh Adat, Kepwil dan seluruh muda-mudi se Desa Tegal Maja,” ucapnya

Dengan adanya kegiatan ini kekompakan dan semangat semakin memiliki gaung di masyarakat, sehingga para pemuda yang lain dapat termotivasi untuk ikut bergerak bersama dalam kegiatan sosial kemasyarakatan di Kabupaten Lombok Utara (red)

Comments

comments