Putra Asli Ranggagata Ditetapkan Jadi Profesor Ilmu Hukum Unram

0
Prof Dr. Kurniawan, S.H, M.Hum.
Foto : Prof Dr. Kurniawan, S.H, M.Hum (MetroNTB/Ist)

Mataram, MetroNTB.com – Setelah pada 4 Februari lalu Sidang Terbuka Senat Universitas Mataram (Unram) mengukuhkan tiga guru besar, kini giliran Dr. Kurniawan, S.H, M.Hum. yang merupakan putra asli Ranggagata Kecamatan Praya Barat Daya, Lombok Tengah, ditetapkan sebagai Guru Besar Ilmu Hukum Unram.

Ditemui di kediamannya di Lingkungan Suradadi Timur Kelurahan Karang Baru Kecamatan Selaparang Kota Mataram, Selasa (25/2) malam, putra pertama H. Manuni (almarhum) dan Hj. Syukuriah itu mengungkapkan bahwa apa yang dicapainya saat ini, adalah buah dari ketekunan dan keuletan.

“Itu kunci untuk meraih sukses yang diajarkan guru-guru saya, yang selalu jadi pegangan saya dalam meniti karir,” ungkapnya.

Pria kelahiran 3 Maret 1977 yang saat ini menjabat Wakil Rektor II Bidang Umum dan Keuangan itu mengatakan, jabatan Profesor/Guru Besar itu berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nomor: 152795/MPK/KP/2019 tertanggal 29 Desember 2019.

“Jadi SK itu keluar tanggal 26 Desember 2019, namun sesuai isi yang tercantum di dalamnya, berlaku sejak tanggal 1 Desember 2019,” ujarnya.

“Alhamdulillah, semua yang terjadi merupakan sebuah karunia sekaligus amanat dari Allah,” ucapnya.

Menurutnya, pangkat dan jabatan adalah karunia yang harus dan wajib disyukuri. Namun di sisi lain, lanjutnya, pangkat dan jabatan merupakan amanat yang harus dijaga dan dilaksanakan sebaik-baiknya.

“Saya masih ingat apa yang dipesankan TGH. Islahuddin Bukhari Tembelok, saat saya masih anak-anak dan ikut bersama para orang tua di Masjid Al Ittihad Ranggagata. Beliau berpesan, pandai-pandailah menjaga amanat karena itu akan dimintai pertanggungjawaban kelak di akhirat,” tuturnya.

“Semoga semua ini memiliki sisi kemanfaatan bagi masyarakat, baik masyarakat akademis maupun masyarakat umum. Pun dapat ditiru serta menjadi motivasi para generasi milenial, yang haus akan ilmu dan pengetahuan,” tambahnya.

Untuk diketahui, anak pertama dari tiga bersaudara itu, ditetapkan berstatus profesor/guru besar sesuai keputusan yang ditandatangani Mendikbud Nadiem Anwar Makarim, karena dinyatakan telah memenuhi syarat berdasarkan penetapan angka kredit sebesar 859 dari Direktur Jenderal Sumber Daya Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.

Dengan penetapan itu, praktis Kurniawan mencetak rekor baru sebagai guru besar termuda Unram, dengan usia 42 tahun 9 bulan. Prestasi tersebut seakan mengeliminir stigma sulitnya mencapai puncak karir tertinggi di bidang akademik.

Sedangkan beberapa jenjang jabatan dan karir yang pernah diduduki Prof. Kurniawan, dua periode sebagai Wakil Dekan II Fakultas Hukum Unram (2013-2018), Wakil Rektor II bidang Umum dan Keuangan  (2018-2022), anggota Majelis Pengawas Daerah Notaris Kabupaten Lombok Barat-Lombok Utara (2011-2017), Majelis Pengawas Wilayah Notaris NTB (2017-2020), dan Divisi Hukum ICMI NTB (2013-2022).

Sebelumnya, beberapa waktu lalu Sidang Terbuka Senat Unram juga telah mengukuhkan tiga guru besar, di antaranya Prof. Ir. Bambang Hari Kusumo, M.Agr.St., Ph.D sebagai Guru Besar bidang Ilmu Tanah pada Fakultas Pertanian, Prof. Dr. Muhammad Natsir, SH., M.Hum., sebagai Guru Besar bidang Ilmu Hukum Pidana pada Fakultas Hukum, dan Prof. Dr. Mansur Afifi sebagai Guru Besar bidang Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

Dengan ditetapkannya Prof. Dr. Kurniawan, S.H., M.Hum. berstatus guru besar, maka koleksi guru besar di Unram bertambah menjadi 56 profesor. (red)

Comments

comments