STQ XXVI Tingkat Kecamatan Prabarda Dipusatkan Di Ranggagata

0
114
Suasana Seleksi Tilawatil Qur’ân (STQ) XXVI tingkat Kecamatan Praya Barat Daya (Prabarda) di Bencingah Desa Ranggagata, Selasa malam 25 Februari 2020 (MetroNTB/Ist)
Foto : Suasana Seleksi Tilawatil Qur’ân (STQ) XXVI tingkat Kecamatan Praya Barat Daya (Prabarda) di Bencingah Desa Ranggagata, Selasa malam 25 Februari 2020 (MetroNTB/Ist)

Lombok Tengah, MetroNTB.com – Seleksi Tilawatil Qur’ân (STQ) XXVI tingkat Kecamatan Praya Barat Daya (Prabarda) mulai digelar. Ajang mencari bibit qari’ dan qari’ah serta hafizh dan hafizhah itu dipusatkan di Desa Ranggagata, yang merupakan salah satu desa di Kabupaten Lombok Tengah yang berbatasan dengan Kabupaten Lombok Barat.

Camat Prabarda Zainal Mustakim AP., M.Si., Selasa (25/2) malam, dalam sambutannya saat acara pembukaan yang digelar di Bencingah Desa Ranggagata, memberi apresiasi atas kesiapan Desa Ranggagata ditunjuk sebagai lokasi perhelatan tahunan itu.

“Kami atas nama Pemerintah Kecamatan Praya Barat Daya, sangat mengapresiasi dan sangat berterimakasih kepada Bapak Kepala Desa Ranggagata, dan semua pihak yang mendukung pelaksanaan STQ XXVI ini,” ungkapnya.

Dikatakan, penunjukkan Desa Ranggagata sebagai tuan rumah STQ terkesan sangat mendadak. Karena itu pihaknya atas nama panitia, meminta maaf kalau ada kekurangan dalam gelaran STQ XXVI tersebut.

“Sebenarnya kami pesimis karena penunjukan ini sedemikian mendadak. Tapi Pak Kades Haikal bilang, bismillah kita akan usahakan semaksimal mungkin,” ujarnya.

“Terima kasih Pak Haikal juga seluruh masyarakat Ranggagata, yang telah memberikan dukungan luar biasa. Semoga semua ini tercatat sebagai amal ibadah kita di sisi Allah. Âmîn,” imbuhnya.

Sementara Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Tengah HM. Nursiah, S.Sos., M.Si., dalam kesempatannya secara khusus menyampaikan apresiasi tinggi, kepada Yayasan Al Izhar Desa Ranggagata.

“Atas nama Pemerintah Daerah Lombok Tengah, secara khusus kami sampaikan ucapan terima kasih kepada keluarga besar Almarhum HL. Azhar Muncar, yang telah memberikan tanahnya ke pihak desa, guna dimanfa’atkan untuk hal-hal yang positif,” katanya.

“Jazâkumullâhu khairaljaza’ fiddâraîn, semoga arwah beliau ditempatkan sebaik-baik tempat di sisiNya,” lanjut Sekda.

Demikian pula kepada pihak Desa Ranggagata selaku panitia lokal dan segenap lapisan masyarakat, Sekda juga menyampaikan terima kasih yang tak terhingga.

Sedangkan Ketua Yayasan Al Izhar HL. Sofyar Putrangga, S.H. yang juga putra HL. Azhar Muncar, dikonfirmasi terpisah oleh kicknews.today mengatakan bahwa apa yang diserahkan untuk dimanfaatkan oleh desa tersebut, merupakan salah satu wasiat dari pendiri yayasan.

“Kami sebagai putra-putri mamiq hanya menjalankan apa yang menjadi wasiat beliau (HL. Azhar, red). Tiang (saya, red) menjalankan amanat mamiq, agar tanah niqe bisa difungsikan untuk keperluan desa bukan dimanfaatin untuk yang tidak-tidak,” ungkapnya.

Artinya, lanjut salah satu inisiator dan pendiri lembaga Paseban Sasak Adi (Pasaka) itu, berdirinya Bencingah Desa Ranggagata tersebut sebagai perlambang keinginan pendiri yayasan, dalam beramal ma’ruf nahi munkar.

“Tiang harus melanjutkan seperti apa yang ditinggalkan almarhum mamiq, beliau selalu berpesan kepada kami putra-putrinya agar menjadi orang yang bermanfaat bagi sesama,” tandasnya.

Untuk diketahui, sebelum acara pembukaan telah dilaksanakan pawai ta’arruf, yang diikuti delapan kontingen dari masing-masing desa se Kecamataan Prabarda, juga diikuti beberapa kontingen dari yayasan dan Taman Pendidikan al’Qur’ân (TPQ) yang ada di Desa Ranggagata.

Kepala Desa Ranggagata Muhammad Haikal menyampaikan terima kasih, kepada seluruh kontingen yang telah mensukseskan kegiatan pawai ta’arruf, dalam menyambut perhelatan STQ XXVI di Desa Ranggagata.

“Atas nama Pemerintah Desa Ranggagata, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Tidak ada yang tidak mungkin kalau kita lakukan bersama-sama,” ujarnya.

“Kami berharap kepada seluruh masyarakat untuk bersatu, hilangkan ganjalan-ganjalan yang ada, mari bersama kita bangun desa kita menjadi desa yang sejajar dengan desa-desa yang maju lainnya,” lanjutnya.

Tampak hadir saat acara pembukaan, Pembina Yayasan Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Ilmi Desa Ranggagata yang juga anggota DPRD NTB TGH. Patompo Adnan, Pimpinan Ponpes Darun Nasihin Ustdz Ridnan, M.Pd.I., Kapolsek Prabarda dan para kepala desa se-Kecamatan Prabarda serta pimpinan yayasan pendidikan dan TPQ. (red)

Comments

comments