Para Kades Sambut Baik Gagasan Gubernur Terkait Studi Banding

0
81
Gubernur NTB, Dr Zulkieflimamsyah didampingi Kepala Dinas Pemerintahan Masyarakat Desa dan Dukcapil Provinsi Nusa Tenggara Barat, Dr. Azhari saat berbincang bincang dengan sejumlah Kades di sela sela rapat kerja kepala desa se-NTB, di Lombok Raya, Selasa 25 Februari 2020 (MetroNTB/Hms)
Foto : Gubernur NTB, Dr Zulkieflimamsyah didampingi Kepala Dinas Pemerintahan Masyarakat Desa dan Dukcapil Provinsi Nusa Tenggara Barat, Dr. Azhari saat berbincang bincang dengan sejumlah Kades di sela sela rapat kerja kepala desa se-NTB, di Lombok Raya, Selasa 25 Februari 2020 (MetroNTB/Hms)

Mataram, MetroNTB.com – Gagasan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr Zulkieflimamsyah pada acara rapat kerja dengan seluruh kepala desa se-NTB terkait dorongan bagi kepala desa untuk melakukan studi banding ke berbagai desa yang sudah maju disambut gembira dan penuh antusias oleh ratusan kepala desa yang hadir di Hotel Lombok Raya, Kota Mataram, Selasa 25 Februari 2020.

“Saya menganjurkan kepada kepala desa untuk melakukan studi banding kepada desa-desa yang sudah sukses. Jangan alergi untuk studi banding, mengunjungi tempat-tempat yang bisa menghasilkan inovasi bagi para kepala desa,” ungkap Gubernur

Bahkan para kades langsung mengatakan setuju kepada Gubernur yang sedang menyampaikan sambutan pada Rapat Kerja Percepatan Penyaluran dan Pengelolaan Dana Desa Tahun 2020 Provinsi NTB itu.

Seluruh kepala desa yang hadir di acara itu mengatakan setuju dan sepakat untuk program tersebut. Salah satunya, Kepala Desa Dorokobo, Kabupaten Dompu, Taufik SH.

Ia mengatakan bahwa studi banding itu penting dilakukan. Tanpa itu sulit menemukan hal-hal baru atau inovasi untuk membangun desa.

“Pengalaman-pengalaman di desa lain bisa kita terapkan di desa kita, meskipun tidak harus persis sama,” ungkap Taufik

Hal yang sama juga diungkapkan kepala Desa Kuripan, Kabupaten Lombok Barat, Hasbih. Ia sependapat dengan ide Gubernur yang menganjurkan untuk studi banding.

Ia menilai program tersebut akan meningkatkan kinerja kepala desa, terutama menyangkut hal-hal baru yang bisa diterapkan di desa masing-masing.

Apalagi potensi pertanian, peternakan serta potensi alam di desanya perlu dikelola dengan baik. Itu menurutnya, membutuhkan pembelajaran dari desa desa yang sudah maju.

“Kami setuju. Kita akan menemukan inovasi yang bisa diterapkan di desa kita,” tandasnya

Kepala Desa Sangiang, Kabupaten Bima, Syafruddin juga menyampaikan hal yang sama tentang program studi banding. Ia menilai dengan belajar ke desa lain yang sudah maju, akan membawa perubahan bagi kemajuan desanya.

“Ini porgram sangat bagus, saya dukung. Karena, desa desa kami di Bima itu perlu melakukan studi banding. Saya yakin, desa kita akan ada perubahan,” cetusnya (Hms/*)

Comments

comments