Gedung Makin Megah, Apakah UKT UIN Mataram Akan Naik? Ini Penjelasannya

0
101
Foto : Salah satu gedung megah UIN Mataram (MetroNTB/Nd)

Mataram, MetroNTB.com – Gedung Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram makin megah. Pasalnya ada sembilan gedung yang ada di kampus II yang bersumber dari Islamic Development Bank (ISDB) bangunan fisiknya sudah jadi tinggal penyempurnaan.

Wakil Rektor II UIN Mataram Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan, Dr Faizah MA mengatakan sembilan gedung yang dananya dari ISDB yang di Jeddah, yakni Auditorium UIN Mataram, tiga gedung perkuliahan, Treaning Center, Perpusatakaan, Poliklinik Mahasiswa, dan ICT Center.

“Gedung di UIN Mataram sumber dananya beda-beda,” ujarnya

Faizah menjelaskan, gedung yang sempat mangkrak. Kini dikerjakan  oleh PUPR dan anggaran dari Kementrian Agama (Kemenag) RI dan dipercayakan PUPR menangangi.

“Kita tidak terlibat,” terangnya

Bukan hanya itu, tahun ini saja sedang merehab Fakultas Tarbiyah yang diterjang gempa beberapa tahun lalu. Kemudian peralatan mulai dari kursi, white board dan meja dosen juga masih kurang.

Hal ini akibat perpindahan meja dan kursi untuk perkuliahan pasca gempa setahun silam dan perkuliahan mahasiswa berada di Stikes Yarsi, Ponpes Darul Qur’an Bengel, SMP Muhammadiyah.

Hingga terhitung kursi yang hilang dan rusak 780 buah. Hingga perlu adanya dropping kursi-kursi lama dari Fakultas Dakwah dan Fakultas Syariah. Walaupun didropping masih ada kekurangan 160 buah. Untuk pengadaan sendiri harus sesuai dengan aturan.

“Ini kan lembaga negara pengadaan prosesnya lama diatas Rp 200 juta  harus tender,” cetusnya

Faizah juga menjelaskan, kampus 1 UIN Mataram akan ditempati oleh program pasca sarjana dan juga akan dipergunakan oleh pusat bahasa.

“Intinya kita benahi tidak tidak hanya kampus 2 kampus 1. Kalau akan dibangun hotel, prosesnya panjang saya belum berani bicara begitu, nanti ada rapat pimpinan,” tandasnya

Sisi lain, mahasiswa yang masuk tahun ajaran baru  juga akan adanya kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) mahasiswa. Sebab UKT pada Perguruan Tinggi Keagaman Islam Negeri (PTKIN) rendah.

“Hal ini bukan karena gedung UIN Mataram mewah. Tapi kesepakatan secara nasional,” tegas Faizah

Menurutnya, percuma gedung-gedung yang ada di UIN Mataram mewah jika tidak ada pemeliharaan, dan pemeliharaan dan anggaran cukup besar.

“Mau gak mau ada kenaikan UKT semester depan,” katanya.

Wanita yang pernah menjabat Dekan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK) UIN Mataram ini menjelaskan, UKT untuk mahasiswa baru pada tahun ajaran baru juga bervariasi dan menggunakan sistem great.

Sistem grade pula berdasarkan aturan dan sudah ada indikatornya, mulai dari mahasiswa memasukkan data pekerjaan orang tua, harta benda yang dimiliki. Setelah diklik akan terkoneksi sendiri dan ditentukan greatnya berdasarkan data yang dimasukkan.

“Sering terjadi mahasiswa salah input data. Misalnya orang tuanya kerja serabutan diisi wiraswasta. Contoh lain ada mahasiswa yang sudah tidak punya rumah dan siapa-siapa. Kemudian tinggal sama orang yang berada, nah data tempat dia tinggal diisi, ya setelah keluar grade UKT  tinggi,” katanya mencontohkan.

Sisi lain, grade yang tinggi dipengaruhi oleh mahasiswa  jika mendaftar melalui jalur Ujian Mandiri. Berbeda halnya dengan mahasiswa yang masuk melalui jalur Seleksi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-PTKIN) dan Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (UM-PTKIN).

Untuk jalur SNMPTKIN dan UMPTKIN ada sampai grade I dan membayar SPP hanya Rp 400 ribu. Namun hanya untuk mahasiswa khusus, yatim piatu dan perekonomiannya dibawah garis kemiskinan.

“Berdasarkan hitungan dan ada aturan sampai UKT kita segitu,” kata Faizah menambahkan (red)

Comments

comments