Ini Kelompok Radikal Terorisme Menurut Wapres KH Ma’ruf Amin

0
Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin saat memberikan kuliah umum dengan tema
Foto : Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin saat memberikan kuliah umum dengan tema "Penangkalan Paham Radikalisasi di Kalangan Mahasiswa" di Mataram, Rabu 19 Februari 2020 (MetroNTB/Hms)

Mataram, MetroNTB.com – Wakil Presiden Republik Indonesia KH Ma’ruf mengatakan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) telah menyiapkan remotenya dalam penanganan radikalisme dan terorisme.

Ia membagi radikal terorisme dalam lima ke kelompok yaitu kelompok pertama kelompok indie event atau kelompok yang tidak memiliki pikiran atau paham radikal terorisme tetapi mungkin terekspos pada narasi-narasi radikal.

“Terorisme kelompok ini tidak bisa diidentifikasikan atau teridentifikasi,” ujar Kiai Ma’ruf saat memberikan kuliah umum dengan tema “Penangkalan Paham Radikalisasi di Kalangan Mahasiswa” di Mataram, Rabu

Kelompok kedua yaitu klaten, kelompok yang diam-diam dalam hatinya menyetujui tindakan radikal tetapi tidak mengekspresikan persetujuannya dalam bentuk apa pun.

“Kelompok ini juga tidak bisa didentifikasi sehingga penanganan yang dilakukan dengan meningkatkan imunitas dan memperbanyak narasi positif agar tidak mudah menerima pikiran pikiran radikal,” ungkap Kiai Ma’ruf

Terorisme kelompok ketiga, lanjutnya adalah kelembagaan ekspresi atau kelompok yang menyetujui dan mendukung tindakan radikal terorisme, mengekspresikan persetujuan dan dukungannya dalam ruang publik seperti melalui media sosial.

“Kelompok ini dapat dimonitor dan diidentifikasi sehingga seharusnya dapat melakukan pendekatan yang humanis agar tidak semakin jauh dari pikiran radikal,” kata Kiai Ma’ruf

Kelompok keempat, investment grup untuk kelompok yang sudah mulai turut serta dalam tindakan tindakan yang memiliki unsur radikal terorisme kelompok, ini tentu dapat diidentifikasi dan penanganannya harus dilakukan melalui kementerian hukum dan deradikalisasi.

Kelompok yang terakhir adalah action group atau kelompok yang terlibat langsung aksi terorisme.

“Penanganan untuk kelompok ini dilakukan melalui penegakan hukum dan deradikalisasi,” tuturnya

Wapres meminta kalangan kampus dapat membantu melakukan penangkalan radikalisme dan terorisme.

“Saat ini pemerintah terus memperkuat upaya kontra radikalisasi agar masyarakat memiliki imunitas radikal terorisme,” ungkapnya

Ini dilakukan dengan dua cara yaitu moderasi beragama untuk mencegah terjadinya intoleran beragama secara moderat dan juga komitmen kebangsaan, wawasan kebangsaan, upaya melibatkan berbagai pilihan lembaga dan organisasi kemasyarakatan serta dilakukan dari hulu hingga ke hilir.

“Saya berkeyakinan upaya penanggulangan radikal terorisme dari hulu ke hilir harus dimulai dari pendidikan karena itu peran lembaga pendidikan termasuk kampus sangat penting.

Sementara, Rektor Unram, Prof Dr Lalu Husni, mengatakan, tema kuliah umum itu sangat relevan, mengingat isu radikalisme akhir-akhir ini telah menyebar ke kampus-kampus.

“Tentunya membutuhkan upaya-upaya preventif untuk penangannya karena sangat berbahaya dan dapat merusak sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara,” tegasnya (red)

Comments

comments