AMSI NTB Komit Dukung Program Pemerintah Daerah

0
Pengurus Wilayah Asosiasi Media Siber Indonesia Nusa Tenggara Barat saat bersilaturahim bersama Wakil Gubernur NTB, Dr Sitti Rohmi Djalilah di ruangan kerjanya, Rabu 19 Februari 2020.
Foto : Pengurus Wilayah Asosiasi Media Siber Indonesia Nusa Tenggara Barat saat bersilaturahim bersama Wakil Gubernur NTB, Dr Sitti Rohmi Djalilah di ruangan kerjanya, Rabu 19 Februari 2020 (MetroNTB/Ist)

Mataram, MetroNTB.com – Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Nusa Tenggara Barat (NTB) berkomitmen mendukung segala program pemerintah daerah NTB.

Komitmen tersebut disampaikan oleh Ketua AMSI NTB, TGH Fauzan Zakaria saat bersilaturahim bersama Wakil Gubernur NTB, Dr Sitti Rohmi Djalilah di ruangan kerjanya, Rabu 19 Februari 2020.

“Kita berharap semua masyarakat memahami dan turut ambil bagian dalam program pemerintah. Salah satunya dari peran media,” ujarnya

Tuan Guru Fauzan berharap pemerintah bisa bersinergi dengan perusahaan media, khususnya yang tergabung dalam AMSI NTB. Media berperan dalam dalam membangun opini publik.

“Meningkatkan profit adalah salah satu misi perusahaan media. Namun selain itu media juga memiliki kewajiban moril untuk mendukung percepatan pembangunan daerah, maka sinergi dan kolaborasi antara media dengan pemrintah menjadi sangat urgent. Kami siap mengawal percepatan pembangunan NTB,” tandasnya

Ia juga menegaskan untuk merangkul semua pihak dalam rangka bersama-sama memerangi informasi hoax dalam rangka menguatkan ketahanan informasi nasional.

“Kita perlu berkontribusi bersama juga untuk menjaga ketahanan informasi nasional dengan cara bersama-sama peduli untuk memerangi segala informasi hoax,” ajak Tuan Guru Milenial itu.

Sementara, Wakil Gubernur NTB, Dr Hj Rohmi Djalilah mengaku sangat mendukung terobosan yang akan dilakukan AMSI NTB.

“Peran media sangat strategis membantu pembangunan di NTB,” kata Rohmi

“Yang penting komunikasi jalan. Bangun NTB, tidak bisa hanya satu dua orang, tapi semuanya tentu dengan peran masing-masing,” cetusnya

Rohmi berharap peran penting media agar menjaga kode etik jurnalistik. Sehingga tidak ada lagi media massa yang menyebarkan informasi hoax, ujaran kebencian dan provokasi.

“Judul beritanya boleh nyeleneh, tapi tetap dikontrol,” katanya menambahkan (red)

Comments

comments