Wapres RI Kunjungan Ke NTB, Ini Harapan Generasi Muda NU NTB

0
Ketua Forum Komunikasi Generasi Muda Nahdatul Ulama Nusa Tenggara Barat (FKGM NU NTB) Sueb Qury
Foto : Ketua Forum Komunikasi Generasi Muda Nahdatul Ulama Nusa Tenggara Barat (FKGM NU NTB) Sueb Qury (MetroNTB/Man)

Mataram, MetroNTB.com – Forum Komunikasi Generasi Muda Nahdatul Ulama Nusa Tenggara Barat (FKGM NU NTB) memberikan apresiasi atas kunjungan perdana Wakil Presiden (Wapres) RI Prof Dr KH Maruf Amin ke Pulau Seribu Masjid (Lombok) Provinsi NTB.

Apresiasi tersebut langsung disampaikan, Ketua FKGMNU NTB Suaeb Qury “Kunjungan Wapres RI ke NTB tentu memberi arti bagi masyarakat NTB pada umumnya dan khususnya bagi jam’iyah Nahdlatul Ulama (NU),” ujarnya Rabu 19 Februari 2020.

Tokoh muda NU yang gemar menunis ini mengungkapkan, dari dua (2) hari jadwal kunjungan Wapres ke Ponpes Qamarulhuda Bagu dan Ponpes Almansyuriayah Lombok Tengah disamping kunjungan ketempat lainnya.

Setidaknya ada tiga harapan yang disampaikan generasi muda NU NTB, buat Wapres Kiai Maruf yang akan mengunjungi kawasan Mandalika, orasi kebangsaan manangkal radikalisme, dan berkunjung ke pondok pesantren NU di Lombok Tengah.

Pertama, kata Sueb yang aktif sebagai penulis, terkait dengan persoalan NTB hari ini dengaan hadirnya Kawasan Ekonimi Khusus (KEK) Mandalika dan kesiapan MotoGP yang tinggal satu tahun lagi, setidaknya ada kepastian dari pemerintah pusat terkait dengan pembangunan infrastruktur jalan by pas bandara menuju Kuta Manadalika.

Selanjutnya kedua, persoalan kemiskinan di NTB dan penyandang cacat/disabilitas belum menjadi prioritas dari pemerintah pusat dan daerah. Hal ini bisa dilihat dari fasilatas yang belum ada dan tersedia di tempat publik dan instansi pemerintah.

“Hal yang sama juga dengan angka kemiskinan dan IPM di NTB yang belum beranjak ke posisi papan tengah,” kata Sueb

Kemudian yang ketiga, sudah bukan rahasia umum lagi, bahwa NTB sudah menjadi zona merah dan darurat narkoba dan terorisme.

“Upaya melawan narkoba dan terorisme di NTB belum cukup maksimal dan intervensi pemerintah pusat minim. Hal ini terkuat dari semakin menjamurnya peredaran narkoba di tujuh (7) kabupaten/kta di NTB,” ujarnya.

Sueb juga mengatakan, hal yang sama dengan faham radikalisme dan terorisme yang ada di NTB, apa yang dilakukan oleh pihak aparat dan BNPT hanya pada tingkat reaktif dengan menagkap 6 orang terduga tetoris di Bima.

Dan upaya penyadaran dan deradikalisasi tidak maksimal dilakukan ditingakat daerah dan kelompok sasaran.

“Maka dari itu, kami generasi muda NU beraharap besar kepada Wapres RI untuk bisa memberikan solusi dan jawaban atas persoalan yang dihadapi NTB. Dan ini bukan sekedar persoalan kecil mrlainkan keberlangsungan pembangunan manusia NTB dan generasi muda di NTB,” kata Sueb menambahkan (red)

Comments

comments