Safari Subuh, Cara Hilangkan Sekat Antara Pemimpin dan Masyarakat

0
Gubernur NTB, Dr H Zulkieflimansyah saat Safari Subuh di Masjid Syamsul Huda Babakan, Kecamatan Sandubaya Kota Mataram, Sabtu 15 Februari 2020
Foto : Gubernur NTB, Dr H Zulkieflimansyah saat Safari Subuh di Masjid Syamsul Huda Babakan, Kecamatan Sandubaya Kota Mataram, Sabtu 15 Februari 2020 (MetroNTB/Hms)

Mataram, MetroNTB.com – Masjid Syamsul Huda Babakan, Kecamatan Sandubaya Kota Mataram menjadi lokasi berikutnya yang didatangi Gubernur NTB, Dr H Zulkieflimansyah dalam lanjutan kegiatan Safari Subuh mencetak 1000 pengusaha menuju NTB Gemilang, Sabtu 15 Februari 2020

Kegiatan yang rutin dilakukan ini bertujuan untuk mendengarkan aspirasi serta masukan dari masyarakat, selain acara Jumpa Bang Zul dan Umi Rohmi yang lebih dulu eksis.

Dengan hal tersebut, NTB misi Aman dan Berkah diharapkan bisa terwujud mulai dari salat subuh berjamaah. Agenda Safari Subuh ini sebagai cara menghilangkan sekat antara pemimpin dan masyarakatnya.

Pada Safari Subuh kali ini juga turut diikuti oleh sejumlah Kepala OPD lingkup Pemprov NTB, Ketua TP PKK Provinsi NTB dan pihak lainnya.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur menyinggung agenda Pilkada yang akan segera berlangsung serentak di NTB dan Indonesia pada umumnya.

Bang Zul sapaan akrabnya berharap seluruh elemen masyarakat dapat menciptakan suasana kondusif pada pesta demokrasi tersebut.

Ia turut menyanjung pemimpin yang dekat dan sering turun ke desa/kelurahan demi masyarakat.

“Alangkah indahnya Pilkada kita, kalau semua calonnya sering berkumpul bersama di Masjid yang sama,” ucapnya

Bang Zul meminta seluruh calon pemimpin di daerah tidak hanya bercengkerama dengan masyarakat pada masa kampanye saja.

Ia juga berharap siapapun pilihan masyarakat kelak, adalah yang terbaik dan juga amanah dalam menjalankan kewajibannya.

“Siapa yang jadi Walikota, siapa yang jadi Gubernur, Bupati suatu saat di NTB ini adalah orang-orang yang sudah selesai dengan kehidupan pribadinya, dia ingin kembali menjadi pemimpin masyarakat sebagai rasa terima kasih, rasa syukur pada Allah untuk mengembalikan apa yang sudah diperoleh selama ini kepada masyarakat,” jelasnya.

Dengan kegiatan Safari Subuh ini diharapkan pula mampu menghadirkan keteduhan dan ketentraman di dalam masyarakat.

Selain itu, Bang Zul mengajak anak-anak muda NTB untuk berbisnis. Ia mengatakan bahwa anak-anak muda NTB memiliki potensi yang besar dalam merengkuh kesuksesan di dunia bisnis.

Program beasiswa ke luar negeri tidak lain dan tidak bukan ialah untuk mendongkrak dan meningkatkan potensi tersebut.

“Bayangkan ekonomi umat ini, kalau semua masjid bukan hanya tempat ibadah, tapi aktifitas ekonomi dan bisnis juga hidup,” tutur Bang Zul.

Dengan menghadirkan Direktur Utama Bank NTB Syariah pada setiap kegiatan Safari Subuh, ia mengajak pemuda untuk berani berbisnis.

Kemudian dalam dialog dengan masyarakat, Gubernur turut memberikan arahannya dalam mengelola sampah dan mensukseskan Zero Waste.

Bermula dari pemuda yang bernama Khairul Umam yang merupakan anggota  Pemuda Lombok Cinta Lingkungan (PELCING), ia meminta dinas terkait untuk lebih memperhatikan dan menyediakan sarana didaerah perbatasan antara Getap dengan Babakan.

“Untuk pengelolaan sampah, khususnya diperbatasan Getap dengan Babakan itu, sebaiknya dari pihak yang terkait, baik itu DLHK atau dinas-dinas yang bersangkutan itu bisa menambahkan kami sarana dan prasarana,” ungkapnya.

Menurutnya, hal tersebut menjadi momok bagi masyarakat antar desa tersebut dikarenakan tidak adanya tempat sampah sementara.

Merespon hal itu, Gubernur meminta DPRD Kota Mataram serta dinas terkait untuk segera meninjau dan menemukan solusinya.

Ia juga meminta kepada masyarakat untuk melakukan kegiatan gotong royong secara rutin.

Ditemui usai kegiatan, Khairul Umam bersama rekannya, Ahmad Saeful Wardi dari PELCING mengaku senang pemerintah provinsi NTB terus mengkampanyekan Zero Waste.

Menurut mereka, hal tersebut semakin memberikan semangat dan mereka juga dapat bergerak lebih leluasa terkait kepedulian terhadap lingkungan.

“Harapannya kedepan, bagaimana kita menciptakan dan melahirkan generasi-generasi yang peduli terhadap lingkungan bersih menuju NTB Zero Waste atau NTB harus sehat terhadap lingkungan,” harap Wardi (Hms/*)

Comments

comments