Soal Penari Telanjang, Owner Metzo Tegaskan Tidak Tahu

0
74
Owner Metzo, Ni Ketut Wolini, memberikan klarifikasi soal penggerebekan tarian tanpa busana di Metzo, Kamis 13 Februari 2020 (MetroNTB/Rz)
Foto : Owner Metzo, Ni Ketut Wolini, memberikan klarifikasi soal penggerebekan tarian tanpa busana di Metzo, Kamis 13 Februari 2020 (MetroNTB/Rz)

Mataram, MetroNTB.com – Pasca Subdit IV Ditreskrimum Polda NTB menangkap dua penari tanpa busana dan seorang papi atau mucikari di wilayah Senggigi, Lombok Barat.

Owner Metzo, Ni Ketut Wolini, memberikan klarifikasi soal penggerebekan tarian tanpa busana tersebut. Dia menegaskan bahwa dirinya tidak mengetahui adanya praktik asusila di Metzo.

“Saya memang owner Metzo, dengan kejadian itu kami sama sekali tidak tahu dan tidak memberikan hal-hal yang melanggar hukum kepada karyawan kami. Perusahaan kami di Metzo sudah ada rambu-rambu tidak boleh melanggar hukum, tetapi kalau ada yang melanggar sama sekali kami tidak tahu,” katanya, Kamis 13 Februari 2020.

Wolini menjelaskan, jika ada karyawan yang melanggar aturan perusahaan, seperti perbuatan asusila, pekerja di bawah umur, BO (boking out) dan narkoba, maka akan diberikan sanksi tegas berupa pemecatan.

“Kami berikan sanksi pemecatan dan sebagainya,” tegasnya

Ia meminta publik untuk tidak buru-buru menghakimi dirinya, karena praktik tarian tanpa busana di luar sepengetahuannya.

“Kasus ini sudah masuk ranah hukum, mari kita hormati, jangan sampai memvonis kami. Karena kami sama sekali tidak memperbolehkan hal operasional yang sifatnya melawan hukum,” katanya

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) NTB ini mengatakan relasinya sebagai owner dengan PS sangat jauh. Owner hanya berhubungan bisnis dengan manager. Kemudian manager punya hubungan bisnis dengan pihak penyedia PS.

“Saya tidak tahu lebih jauh jika praktik asusila terjadi di Metzo,” tegasnya

Selain itu, Wolini mengatakan praktik asusila di ruangan sulit diketahui, karena memang room memiliki privasi atau tidak terbuka.

“Orang berkaraoke di ruangan tertutup dan tidak mungkin manager keluar masuk ruangan,” tukasnya (red)

Comments

comments