Ini Klarifikasi Ketua Presidium PP PMKRI Terkait MPA Di Ambon

0
361
Sebelum Post

Ambon, MetroNTB.com – Perhelatan Kongres XXXI dan MPA ke XXX Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), diselingi dengan acara Ramah Tamah Forkoma PMKRI dan Tokoh Katolik yang dihadiri oleh Hasto Kristiyanto dan para tokoh Katolik lainnya yang digelar pada Minggu, 9 Februari 2020.

Acara ramah tamah tokoh Katolik yang sudah termuat dalam rundown acara tersebut sebelumnya mendapat penolakan dari forum Majelis Permusyawaratan Anggota (MPA) yang berlangsung Aula Gonzalu Veloso, kota Ambon.

Alasan penolakan yang dilontarkan oleh forum MPA tersebut dikarenakan, akan menggangu keberlangsungan MPA yang ditargetkan harus selesai pada tanggal 11 Februari 2020.

Forum MPA akhirnya mengajukan kepada pimpinan sidang untuk acara Ramah Tamah ini dipertimbangkan dan dikembalikan kepada forum agar tidak terjadi tumpang tindih acara. Sehingga MPA dapat berjalan semestinya.

Perdebatan yang alot ini akhirnya mendapat jalan keluar yakni Ketua Presidium Pengurus Pusat PMKRI, Juventus Prima Yoris Kago mendiskusikan hal tekait dengan para ketua cabang PMKRI se-Indonesia.

Diskusi tersebut pada akhirnya menemui bebarapa point kesepatakan yakni;

1. Kehadiran Hasto Kristiyanto bukan dalam forum MPA, tetapi di luar arena MPA dan dipindahkan di aula keuskupan Ambon.

2. Kegiatan tersebut disepakati oleh forum MPA dengan syarat: yang hadir di acara Ramah Tamah adalah PMKRI regio Maluku dan panitia Kongres MPA yakni panitia SC dan OC.

3. Kesepakatan berikutnya adalah peserta MPA menyatakan mendukung kegiatan tersebut dengan catatan; kader PMKRI yang hadir tidak boleh menggunakan atribut organisasi seperti gordon dan baret, bendera PMKRI, spanduk Kongres dan MPA tidak boleh dipasang, serta tidak boleh ada media yang hadir. Hal ini untuk menjaga marwah organisasi dan terhindar dari isu-isu liar yang berkembang di publik.

Akan tetapi, saat di lokasi ramah tamah yang berlangsung di aula Keuskupan Ambon, Juventus Prima Yoris Kago selaku Ketua Presidium PP PMKRI mengaku kaget dengan spanduk kongres dan MPA yang telah dipasang sebagai latar pada acara tersebut.

Juventus sempat menanyakan kepada panitia terkait pemasangan banner tersebut. karena telah keluar dari kesepakatan forum MPA dan para ketua-ketua cabang.

Usai acara tersebut, beberapa media lokal dan nasional telah memberitakan acara ini. Hal ini kemudian kembali memicu perdebatan di lokasi MPA karena forum MPA merasa ada pengingkaran terhadap kesepatakan yang dibangun antara ketua cabang dan panitia Kongres dan MPA.

Untuk tidak membiarkan hal ini menjadi isu liar yang berkembang dan mengganggu jalannya sidang MPA, para ketua-ketua cabang kembali menemui Juventus Prima Yoris Kago selaku Ketua Presidium PP PMKRI untuk meminta pertanggungjawaban dan klarifikasi.

Pertemuan tersebut, Juventus menegaskan bahwa dirinya telah menyampaikan kesepakatan sebelumnya kepada panitia OC, agar tidak memasang dan mengenakan atribut PMKRI saat acara ramah tamah.

Namun, lanjutnya, ketika memasuki aula berlangsungnya acara tersebut, spanduk kongres dan MPA sudah terpasang.

“Saya sempat kaget dan menanyakan kepada panitia OC kenapa spanduk Kongres dan MPA dipasang”, katanya saat mengklarifikasi hal ini dihadapan para ketua cabang.

Oleh karena itu, ketua PMKRI menyayangkan acara tersebut dipolitisir dan menyebar luas di publik.

“Menyayangkan pemberitaan media yang seolah-olah acara ramah tamah terjadi di lokasi Kongres dan MPA, padahal acara tersebut berlangsung di luar lokasi MPA.

Sementara, tambahnya, di waktu yang bersamaan, peserta MPA yang ada di Wisma Gonzalo Veloso tetap melanjutkan agenda sidang komisi.

Selain itu, Juventus menyayangkan terkait kehadiran Hasto yang mengenakan baju partai dan pemberitaan di media yang seolah-olah acara tersebut berlangsung di forum MPA.

Kita, tegasnya, sama-sama menjaga tali persaudaraan antara PMKRI dan tokoh Katolik. Namun pada momentum tertentu, kita juga harus menjaga bahwa opini publik cenderung diproduksi dari hal yang sebenarnya tidak terjadi.

Hari ini media cenderung memberitakan Mas Hasto sebagai kader PDI Perjuangan dengan forum MPA.

“Kami menyayangkan pemberitaan yang beredar dan Mas Hasto yang hadir mengenakan baju partai PDI perjuangan. Saya meminta maaf atas kegaduhan ini,” ungkap ketua presidium PP PMKRI Periode 2018-2020 tersebut. (red)

Comments

comments