Gelar Sosialisasi Empat Pilar, Lalu Suhaimi Ingatkan Penting Gotong Royong

0
Foto : Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) sekaligus anggota MPR RI Dapil Nusa Tenggara Barat (NTB) H Lalu Suhaimi Ismy menggelar silaturahmi dan sosialisasi empat pilar kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, bertempat di Ponpes Darussufah Dahe, Lombok Tengah, Selasa 4 Februari (MetroNTB/Ist)

 

Lombok Tengah, MetroNTB.com – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) sekaligus anggota MPR RI Dapil Nusa Tenggara Barat (NTB) H Lalu Suhaimi Ismy menggelar silaturahmi dan sosialisasi empat pilar kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, bertempat di Ponpes Darussufah Dahe, Lombok Tengah, Selasa 4 Februari

“Pancasila sebagai cara pandang bangsa Indonesia harus kita implementasikan dalam kehidupan sehari-hari kita. Setiap segi dalam kehidupan sebagai warga negara Indonesia wajib diisi dengan semangat Pancasila,” ujarnya

Menurut Senator dua prieode ini, semangat Pancasila dapat dimulai dengan membangun semangat gotong royong dalam kehidupan masyarakat.

“Gotong royong yang harus terus  dipertahankan ditengah-tengah masyarakat,” kata Suhaimi

Dikatakannya, gotong royong terasa semakin terkikis dan berkurang ditengah masyarakat, padahal ini merupakan semangat yang mengantarkan Indonesia menjadi negara merdeka.

Dahulu ketika Presiden Soekarno menyampaikan gagasannya mengenai Pancasila dalam sidang BPUPKI, bahwa bila Pancasila ini diambil intisarinya menjadi satu sila maka itu adalah gotong royong.

“Saat ini sudah mulai sulit menemukan cara atau bentuk gotong royong sebagaimana para pendahulu kita. Mereka membangun rumah untuk pribadi mereka tetap dilakukan dengan gotong royong. Apalagi, untuk kepentingan umum atau bersama. Saat ini, jangankan untuk kpntingan individu, untuk kepentingan umum saja mulai susah,” tutur Suhaimi

Hal tersebut, lanjutnya sebagai gambaran di kota-kota besar, tetapi masih ada harapan bahwa semangat gotong royong ini masih dijiwai dan melekat dalm kehidupan masyarakat yang tinggal di pedesaan atau jauh dari perkotaan. Selain gotong royong juga perlu dipupuk terus menerus sikap tenggang rasa dalam bingkai NKRI.

“Masih kita ingat dalam sejarah bangsa ini ketika penyusunan naskah UUD 1945, sebelumnya para founding fathers negara ini bersepakat menghapus tujuh (7) kata dalam piagam Jakarta,” sambungnya

Tokoh Islam mau berkompromi  dengan tokoh nasionalis pada saat itu untuk penghapusan tujuh (7) kata dalam piagam Jakarta. Telah menunjukkan bahwa tenggang rasa merupakan salah satu bentuk cinta terhadap NKRI.

“Semboyan NKRI harga mati harus diterapkan dalam kehidupan nyata, bagaimana caranya? Dengan memupuk sikap tenggang rasa,” cetus Suhaimi

Foto : Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) sekaligus anggota MPR RI Dapil Nusa Tenggara Barat (NTB) H Lalu Suhaimi Ismy menggelar silaturahmi dan sosialisasi empat pilar kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, bertempat di Ponpes Darussufah Dahe, Lombok Tengah, Selasa 4 Februari

Selain itu, kata mantan Kakanwil Kemenag NTB mengingatkan sebentar lagi dilaksnakan Pilkada kabupaten/kota di NTB, harus dimaknai sebagai sebuah pesta demokrasi yang seutuhnya. Harus saling menghormati walau beda pilihan.

“Jangan sampai beda pilihan menyebabkan kita renggang dan bermusuhan. Karena, selesai Pilkada, tetangga kita akan tetap menjadi tetangga kita, saudara akan tetap menjadi sudara, kawan akan tetap menjadi kawan kita,” imbuhnya

“Ingat perbedaan pilihan itu juga tetap satu tujuannya yaitu memilih pemimpin yang amanah dan terbaik,” kata Suhaimi menambahkan (Mn/03)

Comments

comments