Senator Asal NTB Gelar Sosialisasi Empat Pilar Di Ponpes Tastura Az Zikra Mangkung

0
184
Foto : Suasana sosialisasi empat pilar kebangsaan yaitu Pancasila, UUD, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika oleh Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Nusa Tenggara Barat (NTB) TGH Ibnu Halil di Yayasan Ponpes Tastura Az Zikra Mangkung Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah, Sabtu 8 Februari 2020 (MetroNTB/Mn)

Lombok Tengah, MetroNTB.com – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Nusa Tenggara Barat (NTB) TGH Ibnu Halil menggelar sosialisasi empat pilar kebangsaan (Pancasila, UUD, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika) di Yayasan Ponpes Tastura Az Zikra Mangkung Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah, Sabtu 8 Februari 2020.

TGH Ibnu Halil mengatakan salah satu karakteristik Indonesia sebagai bangsa dan negara memiliki keluasan wilayah dan kemajemukannya. Indonesia memiliki 1.128 suku bangsa dan bahasa, ragam agama, adat istiadat dan budaya. Indonesia memiliki sekitar 16.056 pulau.

Untuk itu perlu konsepsi, kemauan dan kemampuan yang kuat dan memadai untuk menopang kebesaran, keluasan dan kemajemukan keIndonesiaan.

“Konsepsi tersebut adalah Empat Pilar Kebangsaan. Maka, saya sebagai anggota DPD dan MPR RI berkewajiban melakukan sosialisasi empat Pilar Kebangsaan,” ujarnya

Ia menjelaskan, adapun dasar pelaksanaan sosialisasi empat pilar kebangsaan ini adalah undangan-undang No. 27 tahun 2009 tentang MPR dan DPRD khususnya pasal 224, 232 dan 233 terkait tugas dan wewenang serta kewajiban dan hak anggota DPD RI

“Dalam UU tersebut disebutkan, salah satu tugas MPR adalah mengkoordinasikan anggota MPR untuk memasyarakatkan UUD 1745,” kata Ibnu Halil

Foto : Suasana sosialisasi empat pilar kebangsaan yaitu Pancasila, UUD, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika oleh
Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Nusa Tenggara Barat (NTB) TGH Ibnu Halil di Yayasan Ponpes Tastura Az Zikra Mangkung Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah, Sabtu 8 Februari 2020 (MetroNTB/Man)

Dikatakannya, kegiatan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan dinilai penting karena MPR berkewajiban memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

“Empat Pilar Kebangsaan ini menjadi panduan dalam kehidupan ketatanegaraan untuk mewujudkan bangsa dan negara yang adil, makmur, sejahtera dan bermartabat,” terangnya.

Konsep Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara terdiri dari Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.

“Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara. Sebagai dasar NKRI, Pancasila memiliki fungsi sangat fundamental dan sesuai dengan ajaran Al Qur’an,” kata Ibnu Halil

Pancasila menjadi karakter masyarakat Indonesia sehingga menjadi identitas atau jati diri bangsa Indonesia. Pancasila merupakan rujukan, acuan sekaligus tujuan dalam pembangunan karakter bangsa.

Adapun rumusan lima dasar negara sebagaimana tercantum dalam UUD 1945 adalah Ketuhanan Yang Maha Esa. Kemanusaiaan yang adil dan beradab. Persatuan Indonesia. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan atau perwakilan.
Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Kelima sila tersebut sebagai satu kesatuan nilai kehidupan masyarakat Indonesia dan dasar negara Republik Indonesia,” kata Ibnu Halil menambahkan

Kegiatan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan dihadiri oleh pembina sekaligus Pengasuh Yayasan Ponpes Tastura Az Zikra, TGH Supardan Katsiran, Pengsuh Ponpes Raudlatul Ulum Banyu Urip, Ust Abdul Hakim, Sekdes Desa Mangkung, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh masyarakat serta ratus peserta lainnya. (Mn/02)

Comments

comments