Pengamat Nilai PDIP-PKS Antitesa Strategi Politik Kedepankan Power Sharing

0
Foto : Direktur M16 Bambang Mei Finarwanto alias Didu (MetroNTB/Dok)

Mataram, MetroNTB.com – Pengamat sekaligus Direktur M16 menilai koalisi PDIP-PKS dalam Pilkada Serantak 2020 di NTB merupakan cermin antitesa strategi politik yang mengedepankan sharing politik dalam memenangkan konstestasi Pilkada di NTB.

“Power Sharing PDIP-PKS  adalah blok politik yang tidak biasa (anti mainstream) agar efektif dalam melakukan penetrasi pemenangan dengan mesin  partai yang sudah teruji,” ujar Direktur Mi6, Bambang Mei Finarwanto, Selasa 7 Januari 2020.

Pria yang akrab Ddu ini mengatakan sebagai partai modern dengan karakter ideologi yang ‘kuat’ dan ‘khas’, setidaknya koalisi PDIP dan PKS ingin mendobrak cara pandang kuno yang kerap mengamsumsikan bahwa karena perbedaan ideologi dan gerakan, PDIP-PKS tidak mungkin dalam satu front politik, menjadi terbantahkan.

“Faksi PDIP dan PKS harus pula dimaknai sebagai upaya membangun citra  politik yang positif guna meraih persepsi yang baik dimata publik,” katanya

Direktur M16 menilai persekutuan  PDIP-PKS di NTB ini merupakan pertautan Persaudaraan’
(Bratherhood) dalam mengamankan kepentingan strategis jangka panjang yang saling membesarkan dan menguatkan.

“PDIP-PKS ingin memberikan ‘pencerahan politik’ kepada publik agar membiasakan diri mengapresiasi hal-hal yg dipandang tidak mungkin dari kacamata positif dan mengambil hikmah dari sisi kebaikkannya,” tegas Didu

Sementara itu M16 memprediksi dalam Pilkada Serentak 2020 aksi borong partai pengusung oleh kandidat tidak akan terjadi lagi. Paslon akan memakai kendaraan politik yang ramping atau secukupnya sesuai persyaratan agar lebih efektif dan efisien cost politiknya.

“Koalisi ramping PKS dan PDIP dihajatkan memberikan ‘kepastian politik’ agar calon yang diendorse/ diusung nyaman dan makin leluasa dalam melakukan penetrasi   memperluas basis dukungan loyalis vottersnya,” tukas Didu.

Sebagai partai kader yang berbasiskan ideologi yang jelas, lanjut Didu, PDIP-PKS di Pilkada NTB akan menjadi role model, bagaimana mesin partai yang berbeda mashab ideologi  bisa bergerak secara efektif meraih dukungan pemilih dari berbagai segmen.

“M16 menilai ibarat Alfamart – Indomart, koalisi  PDIP dan PKS tentu akan memotivasi partai politik lain agar segera menentukan calon dan sekutu politiknya dalam konstestasi Pilkada serentak, September 2020,” pungkasnya (red)

Comments

comments