Gubernur Minta BJN Percepat Pengerjaan Jembatan Belly Semi Permanen Tampes

0
99

Mataram, MetroNTB.com – Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah meminta Balai Jalan Nasional untuk bisa mempercepat proses pengerjaan jembatan Belly Semi permanen Tampes dengan pengerjaan secara lembur.

Permintaan tersebut disampaikan Gubernur menyusul hujan lebat di hari pertama tahun baru 2020 telah mengakibatkan banjir bandang  menyapu Dusun Selengan Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara (KLU), sehingga Jembatan  penghubung pada Jalan Lintas Provinsi – Kecamatan Kayangan  menuju Kecamatan Bayan KLU rusak parah dan terputus.

Banjir yang terjadi sekitar pukul 17.00 Wita tersebut, menyebabkan lalulintas antara Kayangan dan Bayan menjadi lumpuh total.

Dan untuk sementara jalur dialihkan menggunakan jalan alternatif melalui Ds. Selengan – Ds. Lekok Beru Kec. Kayangan KLU, dengan kondisi jalanan agak sempit, sehingga warga dan masyarakat yang melintasi jalur alternatif tersebut dihimbau agar berhati-hati.

Mengatasi terputusnya jembatan lintas provinsi tersebut, Gubernur Bang Zul telah menugaskan Kepala Dinas Perhubungan, Drs. H Lalu Bayu Windia, M.Si bersama Kepala BPBD, Ahsanul Halik untuk berkoordinasi segera membangun jembatan darurat.

Usai melakukan peninjauan di lokasi bencana, Kamis 2 Desember 209, Kadis Perhubungan NTB Lalu Bayu Windia mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai stakeholder terkait untuk segera membangun Jembatan sementara berupa jembatan Belly semi permanen.

“Kini, di sekitar Jembatan Tampes sedang dilakukan pembersihan,” ujarnya

Bayu menjelaskan material untuk pembuatan jembatan sementara masih dalam perjalanan menuju lokasi.

Dipilihnya jembatan Belly semi permanen, kata Bayu dikarenakan jika membangun jembatan biasa dengan pemasangan gorong-gorong, dinilainya kurang aman.

Hal senada diungkapkan  PPK 1.2 Satker PJN wilayah 1 NTB, BPJN IX Mataram. Melihat kondisi sungai dan intensitas Hujan yang lebat 3 bulan ke depan, maka menurutnya pembuatan jembatan sementara tipe sederhana ini tidak memungkinkan karena akan mudah dihanyutkan air bila terjadi banjir.

Selain itu jembatan Belly semi permanen bersifat lebih kuat, sekaligus ini menjadi antisipasi lamanya pekerjaan pembuatan jembatan utama, akan memakan waktu 1 – 2 minggu, terangnya.

Kalak BPBD Provinsi NTB, H. Ahsanul Khalik  menjelaskan, untuk sementara masyarakat dapat melewati jalur alternative. Di antaranya jalan melalui Lengkok Beru sejauh 8 km.

Namun masyarakat diminta waspada dikarenakan kondisi jalan sangat mengkhawatirkan, kecil dan terjal, sehingga jika tidak hati-hati, dapat membahayakan pengguna jalan.

Masyarakat juga bisa mengambil alternative kedua. Yakni melalui Tempos sejauh 30 km, cukup jauh berputar dan kondisi jalan juga kurang memadai.

Sebelumnya, pihak TNI melalui Dandim KLU telah berkoordinasi dengan Bupati dan pihak pihak terkait untuk mengatasi putusnya jembatan. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam kejadian putusnya jembatan tersebut (red)

Comments

comments