Gus Dur Presiden Yang Rendah Hati

0
281
Foto : Suasana Lembaga Ta'lif Wan Nasyr (LTN) NU Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) saat menggelar Haul Gus Dur ke 10 di Aula kantor PWNU NTB Jln Pendidikan Nomor 6 Kota Mataram, Kamis 26 Desember 2019 (MetroNTB/Ist)

Mataram, MetroNTB.com – KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur pernah menjadi Presiden Republik Indonesia. Negeri sebesar NKRI namun tak pernah melunturkan kerendahan hatinya.

Hal ini diungkapkan oleh Febriyan Putra alumi santri Ponpes Denanyar Jombang yang juga jurnalis senior Lombok Post saat Haul Gus Dur ke 10 yang di gelar oleh LTNNU NTB di Kantor PWNU NTB jln Pendidikan Nomor 6 Kota Mataram, Kamis (26/12) malam

“Pengalaman ini saya alami langsung saat masih belajar di Ponpes Mambaul Ma’arif, Denanyar. Saat itu sore hari ada mobil polisi berhenti di dekat musala,” katanya.

Dilanjutkan, mereka yang ada di musala saling bertanya-tanya ada apa gerangan. Tak disangka itu adalah Gus Dur yang menjenguk tokoh agama di Jombang.

“Abah saya yang waktu itu menemui, kami yang muda dan anak kecil mendengar cerita saja di serambi musala,” sambungnya.

Namun, kata Febri, yang bikin luar biasa adalah tokoh agama bernama Haji Hasyim Masykur adalah saudara bila dirunut dari buyut Gus Dur yang ada di Gedangan, Jombang.

“Bayangkan, kita saja saudara sepupu. Kalau sudah pernah jadi presiden mungkin akan lupa, beda dengan beliau,” imbuhnya.

Sementara Akhdansyah anggota DPRD NTB dari Fraksi PKB yang juga hadir di acara yang di beri tema “Rindu Gus Dur” itu menyebutkan bahwa dirinya sebagai pengagum sosok sebagai manusia yang terlahir bukan untuk jamannya.

“Ya, Gusdur terlalu maju melampaui waktunya, sehingga lebih banyak yang tidak mengerti daripada yang paham apa yang menjadi pikiran dan gerakannya” jelasnya.

Mantan Ketua umum PC PMII kota Mataram tahun 2000-2001 itu mengibartkan Bahwa saat orang atau manusia lainya baru mendengar Justru Gus Dur sudah bisa menulis.

“Kalau kita lasifikasikan tahap kecerdasan mualai dari tahap mendengar, berbicara dan menulis. Orang baru belajar mendengar Gus Dur sudah menulis. Begitu jauh lompatan kecerdasan nya” Kata alumnus Ponpes NU Al Islahudiny Kediri Lombok Barat ini.

Comments

comments