Kisruh Pelayanan PDAM Lotim, Ini Kata Gaspermindo NTB

0
293
Sebelum Post

Lombok Timur, MetroNTB.com – Melihat kisruh pelayanan PDAM Kabupaten Lombok Timur, Dewan Pengurus Daerah Gaspermindo Provinsi Nusa Tenggara Barat angkat bicara.

Ketua Gaspermindo NTB, Ada Suci Makbullah mengatakan pihaknya melihat kisruh pelayanan PDAM Lombok Timur ini tidak sesuai dengan asas pelayanan yang diusung, bekerja demi kepuasan pelanggan.

“Apa yang dikatakan dan dikerjakan pihak PDAM Lombok Timur sangat jauh api dari panggangnya,” ujarnya kepada MetroNTB.com, Kamis 26 Desember 2019

Uci sapaan akrabnya menegaskan jika pelanggan telat membayar rekning maka pihak PDAM Lotim akan mengenakan denda atau langsung memutuskan aliran air, sedangkan macet pihak PDAM tidak pernah memberi ganti rugi kepada pelanggannya.

“Apalagi sekarang-sekarang ini air PDAM sulit keluar malah yang keluar hanya angin saja,” tegasnya

Jika mengacu pada UU No. 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen, maka pelanggang konsumen bisa menggugat secara class action kalau pelayanan konsumen tidak baik.

“Apalagi saat ini air PDAM tidak mengalir kerumah konsumen berminggu-minggu bahkan sampai berbulan-bulan, ini sangat merugikan para konsumen,” kata Uci

Ia mengatakan ketika konsumen melakukan kesepakatan dengan PDAM wajib menyediakan air bersih dengan pelayanan yang prima dan baik, sedangkan konsumen diwajibkan untuk membayar iuran sesuai dengan ketetapan bahkan jika pelanggan telat membayar, petugas PDAM langsung memblokir water meter.

“Kami mendapatkan informasi, kondisi ini terjadi akibat Mata Air Ambung yang ada di Rempung sudah lama di putus oleh Amaq As pemilik ambung yang saat ini masih bersengketa satatus kepemilikan dengan Pemda Lotim,” tuturnya

“Termasuk yang kami dengar pemilik lahan menuntut kompensasi ganti rugi hingga 10 Milyar kepada Bupati Lotim, karena hampir 30 tahun pemakaian oleh PDAM dengan menghitung debit air yang keluar selama ini, maka mata air yang ada diambung itu mengaliri 5 atau 4 Kecamatan termasuk Kec. Selong, Sukamulia, Labuan Haji dan Suralaga, dan saat ini Pemda Lotim sedang mencari sumber mata air sebagai penggantinya, namun hingga kini belum mendapatkannya,” sambung Uci

Gaspermindo NTB mendukung penuh langkah sikap pelanggan untuk menuntut haknya baik menyampaikan pendapat dimuka umum atau menempuh jalur hukum, karena akibat ketidak becusannya managemen PDAM yang tidak profesional mulai dari jajaran direksi maupun dewan pengawasnya, padahal gajinya sangat besar tidak sebanding dengan kinerja dan pelayanannya kekonsumen.

“Sehingga muncul cibiran dari kalangan kaum gerakan yang bilang PDAM bukan mendatangkan PAD kedaerah malahan membebankan APBD,” kata Uci menambahkan (red)

Comments

comments