Pengamat Nilai Baliho Calon Pilwali Mataram Edukatif dan Segmented

0
Foto : Direktur M16, Bambang Mei Finarwanto (MetroNTB/Ist)

Mataram, MetroNTB.com – Pengamat politik sekaligus Direktur M16 Bambang Mei Finarwanto menilai pemasangan Baliho oleh beberapa figur Pilwali kota Mataram sangat edukatif dan Segmented karena ditujukan untuk kelompok pemilih tertentu sesuai pesan dan tampilan yang dibranding dalam APK tersebut.

“Hal ini sangat mendidik votters di kota mataram dalam menentukan pilihan kelak dalam pilkada serentak 2020 mendatang,” ujarnya melalui keterangan tertulis yang di terima MetroNTB.com, Rabu 25 Desember 2019.

Menurut Didu sapaan akrabnya, pemasangan sejumlah APK menunjukkan kepedulian para calon tersebut dalam menyebarkan gagasan dan ide kreatif yang disampaikan lewat narasi-narasi pencerahan itu.

“Setidaknya ada beberapa calon yang memasang baliho ataupun metode APK lainnya secara krearif yakni Hj Putu Selly Andayani, H Irzani, Ahda, Baihaqi, dr. Akhada Maulana, Lalu Makmur Said, dan Imam Sopian maupun lainnya,” katanya

Didu mengatakan dari sisi tematik atau tag line, foto maupun narasi di baliho ingin meraih simpati dan dukungan dari golongan pemilih kelas menengah atau pemilih cerdas.

Didu mencontohkan, pemasangan APK Baihaqi dengan style rapi dan perlente ingin mengesankan meraih atensi milennial lewat Jargon tehnologi 4.0 yang akrab dikalangan anak muda.

“Gaya tampilan Baihaqi agaknya ingin menyasar karakter pemilih kota yang dominan kelas menengah agar dipandang sebagai figur yang punya kapasitas dan ‘berkelas,” ujarnya

Sementara itu kata didu, Baliho Hajjah Putu Selly Andayani yang dipasang oleh para relawan dengan beragam narasi ingin memberikan pencerahan pemikiran kepada warga kota kelas menengah lewat untaian narasi yang bersifat humanis dan mencerahkan.

“Targetnya jelas, Hj Putu Selly ingin menanamkan persepsi yg kuat dan baik  dikalangan swing votters pemilih kota agar memiliki second referensi untuk calon pemimpinnya kelak,” ulas Didu sembari menambahkan Baliho dr Akhada Maulana yang berlatar dokter spesialis ingin mencitrakan tentang pentingnya kapasitas dan performance.

Lebih jauh, Didu mengatakan ada juga baliho calon dengan  tagline yang simple yakni ‘Mataram Gas Poll’ dan ‘Sayangi Mataram’. Dari sisi narasinya jelas kedua tag line tersebut ini ingin memberikan pesan singkat agar warga kota penasaran dengan baliho calon tersebut.

“Rasa penasaran itu diharapkan menimbulkan simptom ataupun polemik persepsi yang positif. Pada giliran akan membincangkan figur ‘Gas Poll’ dan ‘Sayangi Mataram’ Ini pointernya,” terangnya

Selanjutnya, dengan adanya berbincangan dipublik tersebut diharapkan ada kenaikkan signifikan terhadap elektabilitas maupun Popularitasnya.

“Indikatornya bisa lewat hasil survey ataupun trafic di medsos ataupun media mainstream yang ‘diharapkan’ masiv membahas sisi keuniqkan makna kedua tagline itu,” ungkapnya

Didu kemudian mereview beberapa tahun silam ada Baliho ‘yang penting rakyat senang’ yang menjadi viral dan perbincangan yg meluas. Meskipun dipersepsikan dalam  konotasi ‘Funny Mesenger’ setidaknya tujuan campaignnya tercapai, yakni publik saat itu ramai membincangkan hal tersebut dengan berbagai perspektif dan atensi.

“Agaknya thema Mataram ‘gas poll dan sayangi Mataram ingin mengulang sukses story tagline ‘Yg Penting Rakyat Senang,” kata Didu menambahkan (red)

Comments

comments