Mataram Butuh Sosok Pemimpin Tegas dan Punya Konsep

0
181
Foto : Direktur Prediksi Survei dan Statistik Indonesia (PRESISI) yang juga pernah menjadi Supervisor Regional LSI Deny JA, Darwan Samurdja (kanan) bersama Sekertaris Generasi Muda Sriwijaya NTB, Hasanudin (MetroNTB/Ist)

Mataram, MetroNTB.com– Ketergantungan terhadap salah satu Bakal Calon (Balon) Walikota adalah sikap politik yang kurang berani. Sebab kemungkinan dalam politik bisa saja terjadi, tergantung kesiapan dan mental para petarung yang kemudian diikuti dengan kalkulasi-kalkulasi politik yang tepat serta strategi yang jitu, terukur, terarah dan tepat sasaran.

Demikian disampaikan oleh Direktur PRESISI (Prediksi Survei dan Statistik Indonesia), Darwan Samurdja, Jum’at 13 Desember 2019.

“Kita melihat Pilkada Kota Mataram seakan akan ada satu magnet politik yang kemudian banyak Balon yang menawarkan diri untuk mau jadi wakilnya,” ujar Darwan

Tokoh muda yang sudah banyak malang melintang di beberapa daerah dalam melakukan pendampingan politik ini menambahkan bahwa Pilkada di Kota dan Kabupaten sangat berbeda. Masyarakat Kota memiliki karakteristik pemilihnya rasional, sedangkan di Kabupaten sebagian pemilihnya adalah pemilih tradisional.

“Seharusnya dengan karakteristik pemilih rasional, Kota Mataram lebih dinamis dan menarik, namun hingga saat ini belum terlihat para Balon bergerak massif menawarkan Ide dan Gagasan mereka, masih saling menunggu, Hanya Putu Sherly yang saat ini terlihat bergerak merangsek di arus bawah. Namun belum terlihat tawaran-tawaran konsep untuk Kota Mataram yang lebih baik dan Maju,” ungkapnya.

“Padahal publik berharap saat ini sudah terlihat pertarungan ide itu, sayang masih adem dan kelihatan monoton seperti gaya gaya pilwakot sebelumnya,” sambungnya sambil menegaskan dalam politik itu bisa saja terjadi kejutan, jadi tidak usah imprior sebagai petarung.

Sementara itu, Sekertaris GM Sriwijaya NTB Hasanudin yang akrab dipanggil Heso mengatakan hal senada bahwa Kota Mataram membutuhkan Balon balon yang cerdas, muda dan memiliki konsep untuk Kota Mataram yg lebih baik ke depan.

“Kita memiliki banyak anak-anak muda yang potensial untuk melanjutkan estafet kepemimpinan Kota Mataram ke depan,” ujar Heso

Sebagai anak muda tentu berharap bahwa sosok muda yang maju ini adalah sosok sosok punya bekal pengetahuan politik, pemerintahan dan tak kalah penting bekal keilmuan dalam keagamaan, sehingga citra Kota yang aman, religius dan berbudaya tetap lestari dan diikuti dengan tingkat percepatan pembangunan Kota agar sejajar dengan kota kota besar lainnya di Indonesi.

“Kami sangat berharap sosok muda muncul sebagai alternatif dalam memimpin Kota Mataram ke depan,” tandasnya (red)

Comments

comments