Wakil Gubernur NTB Canangkan Gerakan Save Teluk Bima

0
121
Wakil Gubernur NTB, Sitti Rohmi Djalilah saat memukul gong sebagai tanda pencanangan Gerakan Save Teluk Bima, di Halaman Museum ASI Bima, Sabtu 7 Desember 2019
Foto : Wakil Gubernur NTB, Sitti Rohmi Djalilah saat memukul gong sebagai tanda pencanangan Gerakan Save Teluk Bima, di Halaman Museum ASI Bima, Sabtu 7 Desember 2019 (MetroNTB/Hms)

Bima, MetroNTB.com – Wakil Gubernur NTB, Sitti Rohmi Djalilah mencanangkan Gerakan Save Teluk Bima, di Halaman Museum ASI Bima, Sabtu 7 Desember 2019.

Gerakan tersebut dimaksudkan untuk melestarikan dan menyelamatkan Teluk Bima bagi generasi masa depan. Gerakan tersebut salah satunya berupa penanaman pohon mangrove.

Teluk Bima merupakan sebuah teluk yang membentang mulai dari Lewa Mori, Kalaki, Oi Ni’u, Panda, Lawata, Ama Hami hingga Kolo dan sebagian kecamatan Soromandi dan Bolo, Kabupaten Bima.

Teluk ini dimanfaatkan untuk budidaya rumput laut, wisata bahari, olahraga dayung, olahraga mancing, olahraga Jetski, wisata pantai, dan berbagai jenis kegiatan lainya.

Selain itu, di tengah-tengah teluk ini terdapat sebuah pulau kecil yang disebut Nisa To’i atau juga dikenal dengan nama Pulau Kambing.

Konon menurut cerita pada zaman dahulu, pulau kecil ini adalah tempat pelepasan kambing raja atau Sultan Bima sehingga dinamakan pulau kambing.

Rohmi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk senantiasa menjaga, melestarikan dan menyelamatkan lingkungan di sekitar.

“Betapa banyak potensi yang bisa kita angkat. Tapi jangan salah, kalau kita tidak barengi dengan rasa syukur,  dengan cara memeliharanya, maka dia akan sirna,” ujarnya di depan Walikota Bima, HM Lutfi, Wakil Ketua DPRD Provinsi NTB, Mori Hanafi dan sejumlah kepala OPD Provinsi dan Kota Bima.

Teluk yang indah lanjutnya, akan hilang keindahannya apabila tidak dipelihara dan dilestarikan dengan baik. Begitu juga dengan laut, akan hilang keindahannya apabila telah rusak. Maka memelihara lingkungan itu tidak hanya menjadi kewajiban. Namun, menjadi kebutuhan bagi seluruh umat manusia.

“Yang namanya lingkungan itu adalah menjaga keseimbangan. Mengapa ada banjir, karena hilang keseimbangannya. Mengapa ada bencana, karena nggak seimbang,” kata Rohmi

Dikatakannya, pemerintah provinsi menaruh perhatian serius. Termasuk pemerintah Kota Bima telah menunjukkan keseriusannya dalam menjaga lingkungan.

Rohmi juga mendorong para orang tua untuk mengajarkan dan mendidik anak-anak mereka cara mencintai lingkungan sejak dini. Yaitu, mengajarkan cara menanam pohon serta menjaganya hinggu tumbuh besar.

“Save Teluk Bima ini membuka wacana, membuka kesempatan semua pihak untuk berkontribusi, berkolaborasi, melakukan penyelamatan di teluk itu,” tegasnya.

Sementara itu, Walikota Bima, HM Lutfi  mengungkapkan Teluk Bima memiliki keindahan yang tidak dimiliki oleh daerah lain. Di samping airnya yang tenang, teluk Bima juga didukung oleh infrastruktur jalan yang rata.

“Sehingga, inilah yang menjadi daya tarik para pecinta sepeda untuk menyelenggarakan event triatlon di kota tepian air itu,” ungkapnya

Ia berharap, semua pihak terus bersinergi untuk menjaga lingkungan, menyelamatkan generasi serta menyukseskan pembangunan.

“Karena, potensi inti yang dikembangkan oleh pemerintah Kota Bima adalah pariwisata,” kata Lutfi menambahkan (Hms/*)

Comments

comments