HKTI NTB Jalin Kerjasama Dengan PT Shiriram Seed Indonesia

0
129
Foto : Penandatanganan kerjasama antara DPP HKTI NTB dengan PT. Shriram Seed Indonesia disaksikan oleh Ketua Umum DPN HKTI dan Gubernur NTB dan Pemberian benih jagung Hibrida-1 kepada perwakilan petani oleh Ketua Umum DPN HKTI.
Foto : Foto : Penandatanganan kerjasama antara DPP HKTI NTB dengan PT. Shriram Seed Indonesia disaksikan oleh Ketua Umum DPN HKTI dan Gubernur NTB dan Pemberian benih jagung Hibrida-1 kepada perwakilan petani oleh Ketua Umum DPN HKTI.

Mataram, MetroNTB.com – DPP Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Nusa Tenggara Barat (NTB)  melakukan penandatanganan kerjasama dengan PT Shriram Seed Indonesia dan launching benih jagung hibrida HKTI-1 di Kota Mataram, Sabtu, 30 November 2019.

Hadir dalam acara tersebut, Ketua Umum DPN HKTI sekaligus Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jend (Purn) Moeldoko, Gubernur NTB, Zulkieflimansyah, Ketua HKTI NTB sekaligus Wakil Bupati Lomnok Timur H Rumaksi, Manager PT. Shiriram Seed Indonesia, Mr. Joseph Anandh, Dirintelkam Polda NTB, Kombes Pol Irianto Rahayu, Kadis Pertanian Perkebunan dan Holtikultura NTB, Husnul Fauzi serta puluhan perwakilan petani.

Ketua HKTI NTB sekaligus Wakil Bupati Lomnok Timur H Rumaksi mengungkapkan alasan kenapa HKTI menjalin kerjasama dengan PT Shiriram Seed Indonesia

“Dasar kami membuat kerjasama dengan PT. Shiriram itu karena mereka bersedia tranafer teknonolgi kepada perusahaan yang ditunjuk oleh HKTI NTB untuk memproduksi bibit Hibrida,” ungkapnya

“Nasib para petani kita sangat menyedihkan karena selalu dijadikan isu jualan oleh para politisi, namun manfaat yang dirasakan oleh para petani sama sekali belum dinikmati oleh para petani,” kata Rumaksi

Ia menceritakan saat dirinya menjadi Kepala Desa selama 23 tahun. Dia menyaksikan sendiri bibit yang datang tidak datang tepat waktu sehingga kebijakan pemerintah tidak pernah tepat sasaran.

“Kami mencoba dengan mewujudkan suatu niat untuk mengimplementasikan dengan kerjasama dengan PT. Shiriram Seed Indonesia,” ujar Rumaksi

Selain itu, pihaknya juga mendapatkan bantuan dari Kadis Pertanian dan nantinya benih Hibrida akan sangat bermanfaat bagi petani di Indonesia.

“Kami sudah mencoba untuk menanam di daerah yang dibilang susah untuk ditanami namun kami sudah melakukan percobaan seluas 6 Ha di Sumbawa menggunakan hibrida 2 dan terbukti berhasil,” ulasnya

Gubernur NTB Zulkieflimasyah mengingatkan bahwa tugas di NTB adalah salah satunya memajukan perekonomian. Pembangunan jangan selalu dilihat dengan angka, pembangunan adalah suatu proses besar untuk meningkatkan kapasitas masyarakat.

“Yang kami canangkan sebetulnya sama dengan pak Jokowi yaitu proses industrialisasi karena itu adalah mantra untuk mencicipi kemakmuran tidak hanya mengandalkan pertanian, karena industrilisasi lah yang meningkatkan kemakmuran karena adanya produktifitas,” katanya

“Dengan hadirnya produksi ini diharapkan NTB akan semakin meningkatkan SDMnya. Kita putra daerah jangan hanya jadi penonton,” kata Zukieflimansyah

Sementara, Ketua Umum DPN HKTI Jend (Purn) Moeldoko menjelaskan lima (5) persoalan dalam pertanian yang perlu dipahami sehingga nntinya bisa diuraikan.

“Persoalan kita yaitu masalah teknologi, sehingga tidak bisa melakukan lompatan, petani kita rata-rata hanya bilang cukup oleh karena itu kapan petani kita bisa kaya,” tuturnya

Teknolgi diantaranya, lanjutnya adalah ini bibit Hibrida 2, sehingga produksi bisa  meningkat. Persoalan managemen juga menjadi masalah.

“Sehingga petani kita tidak bisa menghitung dan mengevaluasi hasil pertanian yang dipanen,” ulas Moeldoko

“Saya sangat setuju dengan pak gubernur, kapasitas daerah dan nasional perlu ditingkatkan. Sumber daya kita sangat luar biasa, tapi sayang kapasitas ini tidak dikelola dengan bagus sehingga menjadi tanggung jawab kita sekalian, kita harus menempatkan HKTI sebagai jembatan antara teknolgi dengan para petani,” sambungnya

Bagaimana kHKTI menjadi breaching kepada para perusahaan sehingga bisa memakmurkan petani?

“Saya ingin petani kita kaya, saya tidak ingin petani Indonesia miskin,” kata Moeldoko menambahkan (red)

Comments

comments