Anggota DPD TGH Ibnu Halil Gelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan

0
323
Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dapil Nusa Tenggara Barat (NTB), TGH Ibnu Kholil, S. Ag., M. Pd.I saat menggelar sosialisasi empat pilar kebangsaan (Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika), bertempat di aula Yayasan Pondok Pesantren Shohiburrahman Beleke, Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah, NTB, Kamis 28 November 2019.
Foto : Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dapil Nusa Tenggara Barat (NTB), TGH Ibnu Kholil, S. Ag., M. Pd.I saat menggelar sosialisasi empat pilar kebangsaan (Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika), bertempat di aula Yayasan Pondok Pesantren Shohiburrahman Beleke, Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah, NTB, Kamis 28 November 2019 (MetroNTB/Man)

Lombok Tengah, MetroNTB.com – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dapil Nusa Tenggara Barat (NTB), TGH Ibnu Halil, S. Ag., M. Pd.I menggelar sosialisasi empat pilar kebangsaan (Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika), bertempat di aula Yayasan Pondok Pesantren Shohiburrahman Beleke, Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah, NTB, Kamis 28 November 2019.

Kegiatan yang diikuti oleh ratusan siswa-siswi dan dewan guru diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia raya.

Tuan Guru Ibnu Halil menjelaskan bahwa dirinya sebagai anggota DPR RI berkewajiban mensosialisasikan karena sesuai dengan amanah pasal 5 Undang Undang No 17 2014.

“Saya sebagai anggota MPR berkewajiban mensosialisasikan empat pilar kebangsaan kepada masyarakat,” ujarnya.

Empat pilar kebangsaan itu pertama adalah Pancasila. Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara. Kedua adalah UUD 1945. UUD 45 sebagai konstitusi negara kemudian yang ketiga adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dapil Nusa Tenggara Barat (NTB), TGH Ibnu Kholil, S. Ag., M. Pd.I saat menggelar sosialisasi empat pilar kebangsaan (Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika), bertempat di aula Yayasan Pondok Pesantren Shohiburrahman Beleke, Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah, NTB, Kamis 28 November 2019.
Foto : Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dapil Nusa Tenggara Barat (NTB), TGH Ibnu Kholil, S. Ag., M. Pd.I saat menggelar sosialisasi empat pilar kebangsaan (Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika), bertempat di aula Yayasan Pondok Pesantren Shohiburrahman Beleke, Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah, NTB, Kamis 28 November 2019 (MetroNTB/Man)

“NKRI merupakan bentuk negara. Ini sudah final. Tidak ada lagi bentuk negara dalam bentuk apapun,” tegas Tuan Guru Ibnu Halil

Terakhir adalah Bhinneka Tunggal Ika sebagai simbol negara. Bangsa Indonesia sebagai negara plural dan multikultural harus saling mengormati dan saling menghargai antara sesama anak bangsa.

“Sosialisasi perdana kali ini dan sengaja saya tempatkan di yayasan Ponpes  Shohiburraman Beleke,” ungkapnya

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dapil Nusa Tenggara Barat (NTB), TGH Ibnu Halil, S. Ag., M. Pd.I saat menggelar sosialisasi empat pilar kebangsaan (Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika), bertempat di aula Yayasan Pondok Pesantren Shohiburrahman Beleke, Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah, NTB, Kamis 28 November 2019
Foto : Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dapil Nusa Tenggara Barat (NTB), TGH Ibnu Halil, S. Ag., M. Pd.I saat menggelar sosialisasi empat pilar kebangsaan (Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika), bertempat di aula Yayasan Pondok Pesantren Shohiburrahman Beleke, Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah, NTB, Kamis 28 November 2019

Ditambahkannya, Pancasila sebagai dasar ideologi bangsa sesuai dengan nilai dan ajaran agama Islam. Butir-butir yang termaktub dalam Pancasila sesuai dengan Al Qur’an dan ajaran Rasulullah SWA.

Tidak ada alasan kita tidak mempertahankan Pancasila sebagai ideologi negara. Mari kita merawat negara kita Indonesia ini,” kata Tuan Guru Ibnu Halil menambahkan (red)

Comments

comments