NTB Raih Anugerah Badan Publik Informatif Tahun 2019

0
102
Wakil Presiden Republik Indonesia, KH Ma'ruf Amin saat menyerahkan Anugerah Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2019 dengan kualifikasi tertinggi yakni Badan Publik Informatif Tahun 2019 kepada Wakil Gubernur NTB, Dr Hj Siti Rohmi Djalilah, di Istana Wapres RI di Jakarta, Kamis 21 November 2019
Foto : Wakil Presiden Republik Indonesia, KH Ma'ruf Amin saat menyerahkan Anugerah Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2019 dengan kualifikasi tertinggi yakni Badan Publik Informatif Tahun 2019 kepada Wakil Gubernur NTB, Dr Hj Siti Rohmi Djalilah, di Istana Wapres RI di Jakarta, Kamis 21 November 2019 (MetroNTB/Hms)

Jakarta, MetroNTB.com – Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) berhasil meraih Anugerah Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2019 dengan kualifikasi tertinggi yakni Badan Publik Informatif Tahun 2019.

Bersama tujuh (7) Provinsi lainnya se-Indonesia, yang juga meraih anugerah Badan Publik Informatif Tahun 2019 diantaranya DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sumatera Barat, Riau, Sumut dan Kalimantan Barat.

Anugerah disematkan oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, KH Ma’ruf Amin di Istana Wapres RI di Jakarta, Kamis 21 November 2019.

Anugerah diterima oleh Wakil Gubernur NTB, Dr Hj Siti Rohmi Djalilah, didampingi Plt Kadis Kominfotik NTB selaku Ketua PPID Utama Provinsi NTB, Gde Putu Aryadi, Asisten I Setda NTB, Hj Bq Eva Nurcahyaningsih serta dua Komisioner KI NTB, Ajeng Roslina dan H Dahlan A Bandu.

Rohmi usai menerima Tropy dan Piagam penghargaan dari Wapres RI, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas keberhasilan NTB meraih kualifikasi sebagai badan publik informatif tahun ini.

“Terima kasih buat Diskominfotik dan seluruh PPID serta OPD dan semua pihak yang telah berkontribusi untuk mewujudkan NTB yang terbuka, sehingga meraih prestasi ini,” ungkapnya.

“Jika tahun lalu NTB masih menjadi Badan Publik Menuju Informatif atau peringkat ke-6 dari 34 Provinsi se-indonesia. Alhamdulillah tahun ini kita berhasil meraih predikat tertinggi,” kata Rohmi

Sementara, Wakil Presiden RI, KH Ma’ruf Amin dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada Badan Publik yang telah berkomitmen dan berinovasi dengan baik untuk mewujudkan transparansi dan layananan keterbukaan informasi publik.

“Keterbukaan informasi dan penyediaan layanan informasi yang mudah diakses dan berkualitas, sangatlah penting. Bahkan menjadi faktor penentu dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih, transparan dan terpercaya,” katanya

Wapres juga mengingatkan tiga peluang dan tantangan dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih dan terpercaya kedepan.

Pertama, tantangan keterbukaan informasi saat ini, tidak terbatas pada akses namun juga konten yang harus ditingkatkan kualitasnya.

“Saya berharap badan publik dapat meningkatkan kualitas konten informasi karena masyarakat berhak menerima informasi yang akurat dan benar,” ujar Kiyai Ma’ruf

Ia berharap badan publik harus mampu menjadi rujukan utama masyarakat dalam mendapatkan informasi sekaligus ujung tombak menangkal hoax atau disinformasi.

Kedua, lanjutnya mengingatkan pentingnya konsistensi untuk terus melakukan upaya -upaya baru, guna mendorong transparansi dan keterbukaan informasi publik.

“Kuncinya adalah komitmen dan inovasi dari para pemimpin badan publik,” tutur Kiyai Ma’ruf

Ketiga, pesatnya perkembangan teknologi informasi saat ini, lanjutnya telah mengubah pola interaksi dan komunikasi, termasuk cara masyarakat mengakses dan menggunakan informasi.

Ia menegaskan masyarakat tidak lagi bersifat pasif hanya menerima informasi, melainkan menjadi aktif sebagai penyebar informasi.

“Hal ini menjadi peluang baru badan publik dengan mengembangan pola komunikasi¬†yang semakin baik dan terbuka dengan cara membuka seluruh akses dan ruang komunikasi dengan masyarakat. Dalam jangka panjang dapat mendorong partisipasi masyarakat dalam mensukseskan pembangunan disegala bidang,” kata Kiyai Ma’ruf menambahkan (Hms/*)

Comments

comments