BPS NTB Gelar Workshop Wartawan “Membaca Data untuk Mencerdaskan Bangsa”

0
61
Suasana Workshop Wartawan dengan tema
Foto : Suasana Workshop Wartawan dengan tema "Membaca Data untuk Mencerdaskan Bangsa", di Golden Palace Hotel, Kota Mataram, Rabu 20 November 2019 (MetroNTB/Man)

Mataram, MetroNTB.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB menggelar Workshop Wartawan dengan tema “Membaca Data untuk Mencerdaskan Bangsa”, di Golden Palace Hotel, Kota Mataram, Rabu 20 November 2019.

Hadir sebagai narasumber dalam workshop tersebut, Kabid Neraca Wilayah dan Analisis Statistik Ir. I Gusti Lanang Putra, Kabid Statistik Distribusi Ir. Lalu Putradi, Kepala Seksi Statistik Industri Ir. Hj. Raehatul Jannah, dan Kepala Bidang Statistik Sosial Arrief Chandra Setiawan, SST, M.Si.

Kepala Tata Usaha BPS NTB, Lalu Supratna dalam sambutannya mengatakan, kegiatan workshop ini merupakan upaya pihaknya untuk menyampaikan penjelasan kepada media tentang penulisan data dari pihak BPS.

Ia juga mengatakan workshop dilakukan dalam rangka memberikan wawasan kepada wartawan terhadap data statistik, seperti angka kemiskinan, produksi padi, neraca perdagangan, dan data-data ekonomi lainnya.

Sehingga nantiya diberharap media dapat menyampaikan data BPS secara lebih mudah dan dapat dipahami oleh masyarakat awan.

“Saya berharap untuk masalah pelaporan dan penggunaan data dari BPS bisa lebih mantap lagi, dilaksanakan workshop ini untuk menambah pengetahuan dan memudahkan wartawan dalam cara membaca data yang benar yang diberikan oleh BPS,” ujarnya.

Sementara itu, Supratna berharap agar hubungan antara media massa dengan BPS yang selama ini sudah berjalan dengan baik, dapat terus membaik.

Wartawan juga diminta untuk terus menjadikan data BPS sebagai bahan untuk menyampaikan berita. Sehingga berita yang dibuat dapat dipertanggung jawabkan data dan keakuratannya.

“Kami sangat berterima kasih kepada BPS yang telah menggelar workshop wartawan. Harapan saya, wartawan kedepan dapat menjadikan data BPS sebagai acuan dalam menulis berita. Jangan sampai berita yang dibuat ngawur tanpa ada data yang akurat,” kata Lalu Supratna.(red)

Comments

comments