Peringatan Maulid Nabi, Selly Ajak Generasi Millenial Jadikan Rasulullah Tauladan

0
Foto : Kadis Perdagangan NTB Hj. Putu Selly Andayani saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Yayasan Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Hikmah, Karang Genteng, Kota Mataram, Minggu malam 10 November 2019
Foto : Foto : Kadis Perdagangan NTB Hj. Putu Selly Andayani (jilbab hijau paling kanan) saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Yayasan Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Hikmah, Karang Genteng, Kota Mataram, Minggu malam 10 November 2019 (MetroNTB/Ist)

Mataram, MetroNTB.com – Ribuan santri dan masyarakat Karang Genteng, Kota Mataram, antusias mengikuti acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Yayasan Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Hikmah, Minggu malam 10 November 2019.

Kegiatan yang digelar di lapangan Ponpes setempat dihadiri Anggota DPR RI H Rachmat Hidayat dan Kadis Perdagangan NTB Hj Putu Selly Andayani.

Ia mengatakan memperingati Maulid Nabi sangat penting bagi generasi muda, karena semua sisi kehidupan Rasulullah sangat baik untuk diteladani dalam praktek kehidupan sehari-hari.

“Generasi muda millenial, sangat penting dan wajib tahu panutan hidup yang sesungguhnya, dan sosok Nabi Muhammad merupakan sosok yang menjadi panutan seluruh alam,” ujar Selly

Ia mengakui, proses perjuangan Nabi Muhammad SAW dan nabi-nabi sebelumnya dalam mengarungi semua ujian yang diberikan Allah SWT.

Selly berharap anak-anak muda sekarang ini mengetahui dan mempelajari tentang perjuangan Rasulullah dan para nabi sebelumnya dalam mendapatkan rida-Nya.

“Bahkan Allah SWT mengabadikan nama-nama pemuda-pemudi dalam Alquran. Sebut saja surat Yusuf, Maryam, dan Al Kahfi, yang dijadikan nama surat dalam Alquran, karena lulus dalam ujian yang diberikan Allah SWT,” jelas Selly.

Lebih lanjut, Selly mengatakan, bahwa para santri yang hadir ini merupakan generasi millenial yang tak lepas dari 3 faktor yakni, komputer, microchip, dan satelit, hingga memungkinkan dunia dalam gengaman.

“Bahwa benar kita harus melek teknologi, tetapi jangan lupakan tugas kita yang sesungguhnya. Jadilah pribadi yang ziinatul hayaa (kebanggaan duniawi bagi para orang tua), jangan menjadi fitnatulhaya (fitnah bagi orang tua dan memberatkan orangtua), dan yang yang terpenting adalah jadilah pribadi yang qurrota’ayun (penyejuk bagi para orang tua). Ananda harus berhasil dalam dunia (ziinatulhaya), smart dengan teknologi harus diimbangi dengan menjadi penyejuk orang tua dengan menjadi anak yang saleh, salehah. Bahagia itu tak cukup maka harus disempurnakan dengan kesalehan,” urai Selly

Sementara itu, Ketua Yayasan Ponpes Darul Hikmah TGH Abdul Hamid dalam tausiyahnya, menekankan pentingnya bahagia di dunia dan selamat di akhirat serta terbebas dari siksa api neraka.

“Pentingnya mempunyai visi bahagia dan ikhtiar Itu ada dalam diri ananda. Tugas kita Itu bukan sukses, tetapi berikhtiar menciptakan variable sukses, berbuat sebaik mungkin (ahsanu amala), lalu bingkai dengan doa. Jika Ananda sukses tentu saja bukan semata ikhtiar, tetapi ada andil yang jauh lebih besar dari ihktiar Ananda yakni kasih sayang Allah SWT. Ingat kekuatan muslim ada pada doanya sebagai senjata,” tandas Mamik Abdul Hamid sambil menutup acara Maulid Nabi dengan do’a. (Red)

Comments

comments