Selamat Hari Pahlawan, Selly : Saatnya Perempuan Jadi Pahlawan

0
135
Foto : Kadis Perdagangan NTB Hj Putu Selly Andayani saat menjadi narasumber dalam dialog bertajuk “Pahlawan Perempuan, Perempuan Punya Peran”, yang digelar Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Islam (IKAPMI) Dompu, di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu 10 November 2019 (MetroNTB/Hms)

Mataram, MetroNTB.com – Kadis Perdagangan NTB Hj Putu Selly Andayani mengungkapkan pahlawan sudah pasti gelar yang diberikan untuk yang berjasa dan tentunya telah meninggal dunia. Sudah barang tentu orang yang diberi gelar pahlawan adalah orang-orang yang berani.

“Tapi jangan lupa, mereka pahlawan itu menjadi hebat dan sukses, kalau dia laki-laki, karena ada perempuan hebat, istri di belakangnya. Pun sebaliknya, kesuksesan seorang perempuan karena ada suami di depannya,” ungkap Selly saat menjadi narasumber dalam dialog bertajuk “Pahlawan Perempuan, Perempuan Punya Peran”, yang digelar Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Islam (IKAPMI) Dompu, di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu 10 November 2019.

Penjabat Walikota Mataram itu mengatakan, berbeda dengan jaman dulu, sekarang kita telah memasuki era ekonomi, era revolusi industri 4.0. Artinya, untuk menjadi pahlawan tidak harus perang dengan kekuatan fisik.

“Jadilah pahlawan pada diri kita sendiri. Dulu dengan perang, dengan kekuatan. Sekarang dengan ilmu dan otak. Jadi adik-adik semua harus pintar dan cerdas. Semua sudah pegang gadget kan? Manfaatkan teknologi informasi dengan arif, sesuai peruntukannya,” tutur Selly

Menurut Ketua Keluarga Alumni Fakultas Ekonomika Gadjah Mada (Kafegama) Cabang NTB, sebagai generasi yang menjiwai nilai-nilai kepahlawanan, harus benar-benar memfungsikan IPTEK dengan sebaik-baiknya.

“Jangan kemudian kemajuan teknologi informasi dipakai sia-sia, menyebarkan berita-berita hoaks. Ambil positif untuk diri sendiri,” imbuhnya

Dikatakannya, kreativitas ekonomi, seperti usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), ekonomi kerakyatan membutuhkan keterampilan tangan-tangan generasi milennial, yang telah terbiasa dengan tool-tool media.

“Kearifan lokal, UMKM harus hidup. UMKM dimanjakan oleh pemerintah,” tandasnya

Pembina Forum Kominikasi Sales dan Marketing (FKSM) NTB itu juga mengungkapkan, di jaman moderen saat ini tidak ada beda antara kaum laki-laki dan perempuan, di bidang pendidikan maupun pada sisi karir.

“Kalau dulu adalah sesuatu yang tabu bagi perempuan dalam berkarir, tapi saat ini sudah banyak contoh jenjang karir kaum Hawa. Gubernur Jawa Timur dan Walikota Surabaya adalah seorang perempuan. Artinya, perempuan pun bisa menjadi pemimpin, sepanjang dia memiliki kemampuan untuk itu,” ungkapnya

“Dalam kajian-kajian Islam pun dikatakan bahwa wanita itu tiang atau pilar sebuah negara. Selamat Hari Pahlawan, Saatnya perempuan menjadi pahlawan,” ucap Selly (red)

Comments

comments