International Conference Bahas Peran Penting BI dalam Transaksi Digital

0
179
Foto : Fose bersama The 1st International Congerence On Finance Business, and Banking (ICFBB) yang dilaksanakan oleh Fakuktas Ekonomi Bisnis UIN Mataram, sekaligus Pelantikan Pengurus Wilayah Masyarakat Ekonomi Syari’ah (PW MES) Provinsi Nusa Tenggara Barat, di Aula Kantor Perwakilan Bank Indonesia NTB, Selasa, 22 Oktober 2019 (MetroNTB/Hms)

Mataram, MetroNTB.com – Peran Bank Indonesia (BI) dalam memberikan regulasi yang jelas terkait transaksi digital sangat diperlukan, sehingga semua proses transaksi digital dapat berlangsung dengan aman dan sesuai aturan.

Demikian disampaikan Gubernur NTB yang diwakili Asisten II, Ir. Ridwansyah saat menghadiri The 1st International Congerence On Finance Business, and Banking (ICFBB) yang dilaksanakan oleh Fakuktas Ekonomi Bisnis UIN Mataram, sekaligus Pelantikan Pengurus Wilayah Masyarakat Ekonomi Syari’ah (PW MES) Provinsi Nusa Tenggara Barat, di Aula Kantor Perwakilan Bank Indonesia NTB, Selasa, 22 Oktober 2019.

Dalam sambutan tertulis gubernur NTB yang disampaikan oleh Ridwansyah, dijelaskan saat ini kita tengah memasuki era revolusi 4.0, yang ditandai dengan tingginya aktivitas digital masyarakat hampir diseluruh sendi kehidupan, efek dari perkembangan revolusi ini sangat terasa sekali dampaknya serta membawa tantangan hampir di setiap bidang, tak terkecuali perekonomian.

Khusus di NTB, dapat dibilang tumbuh dengan pesat, hal ini di tandai juga dengan maraknya perusahaan rintisan (start-up) yang berbasis aplikasi.

“Pada era ini, semua menjadi mudah, teknologi telah menjembatani kepentingan produsen, konsumen, dan pasar tanpa dibatasi ruang dan waktu” katanya.

Selain itu, Ridwansyah juga mengingatkan bahwa, berbagai kemajuan yang dilahirkan oleh kondisi tersebut, tentu membawa berbagai dampak dalam kehidupan masyarakat.

Kehadiran ekonomi digital, selain membuka banyak peluang bisnis barat yang memanfaatkan teknologi, serta mengurangi pengangguran, juga dapat menjadi ancaman bagi pelaku bisnis konvensional.

“Karena, harus diakui, ekonomi digital umumnya memang lebih akrab dengan para generasi millenial,” tuturnya

Dikatannya, tantangan pemerataan serta masalah keamanan bertransaksi digital merupakan hal yang paling sering di dengar.

“Terlebih maraknya penipuan di dunia maya, yang membuat sebagian masyarakat enggan bertransaksi secara digital,” tandasnya

Sementara itu, Kepala Biro Humas dan Protokol Nusa Tenggara Barat, Najamudin Amy juga diberikan amanah dan resmi dilantik sebagai Sekretaris Umum pada Badan Pengurus Harian PW MES NTB tersebut mengatakan bahwa MES dibentuk sebagai bagian dari ikhtiar Pemprov NTB yang saat ini sedang giatnya membangun dan mengembangkan pariwisata halal.

“MES NTB akan berusaha seoptimal mungkin meningkatkan keuangan ekonomi syari’ah secara literasi dan inklusi di berbagai bidang,” ujarnya

Najamudin Amy yang baru saja meraih predikat sebagai peserta Istimewa Terbaik 1 Diklatpim II 2019, mengungkapkan bahwa NTB menjadi provinsi yang Bank daerahnya merupakan Bank Syari’ah penuh di seluruh pelosok NTB.

“Kehadiran MES yang secara ex officio dibina langsung oleh gubernur NTB akan menjadi sinergi dalam mewujudkan ekonomi yang syari’ah menuju NTB Gemilang,” cetusnya

Adapun pengurus yang dilantik oleh Sekjend MES Pusat Edy Setiadi adalah Prof. Dr. Mansyur Afifi selaku Ketua Dewan Pakar, Baiq Mulianah Selaku Ketua Umum, dan Najamuddin Amy selaku Sekretaris Umum.

Pelantikan PW MES NTB tersebut disaksikan langsung oleh kepala BI dan Kepala OJK perwakilan Nusa Tenggara Barat. (Hms/*)

Comments

comments