Fraksi PPP Soroti Lambannya Rehab Rekon Di Loteng Bagian Utara

0
225
Foto : Ketua Fraksi PPP DPRD NTB, Mohamad Akri menyoroti lambannya proses rehab rekon yang ada di Lombok Tengah bagian Utara (MetroNTB/Fauzan)

Mataram, MetroNTB.com – Ketua Fraksi PPP DPRD NTB, Mohamad Akri menyoroti lambannya proses rehab rekon yang ada di Lombok Tengah bagian utara. Dana gempa di Loteng parkir atau tersimpan sebanyak 160 M lebih, sampai sekarang belum juga di distribusikan.

“Korban gempa yang belum tertangani sekitar 12 ribuan lebih. Kalau dihitung-hitung, dibayar 12 ribu itu 3000 yang kategori rumah rusak berat,” ujar Akri Minggu 13 Oktober 2018

Ia mengungkapkan, berdasarkan kunjungan dirinya di dapil tujuh (7). Misalnya di desa Selebung Batukliang Utara, dari data per Agustus 2018 di setor ke Perkim sejumlah 2373 rumah terdampak gempa. Namun yang sudh tertangani hanya sekitar 700 rumah 400 rusak berat sisanya ringan dan sedang.

“Jadi, pemerintah harus segera menuntaskan data yang sudah divalidasi, mohon untuk segera diprioritaskan. Tentu dengan melibatkan birokrasi yang ada, mulai dari tingkat dusun dan desa,” tegas Akri

Sekretaris DPW PPP NTB ini beranggapan bahwa, khususnya di Loteng terjadi pengedapan, ada Bayung time, atau istilah mengulur-ulur waktu demi mencari keuntungan terkait dengan bunga bank.

“BPBD harus segera untuk meyelesaikan persoalan RTG tersebut khususnya di Lombok Tengah,” terangnya.

Hari ini, terang Akri masyarakat banyak yang mengeluh, karena keterbatasan akses informasi, padahal aplikasi mengenai data korban gempa tersebut semuanya ada di Dinas Perkim, namun masyarakat tidak berikan aplikasi tersebut.

Akri mengatakan soal pilihan Rumah Tahan Gempa (RTG) yang dibangun tanpa adanya MCK, lalu bagaimana masyarakat ikut mensukseskan program Gubernur yaitu zero waste.

“Non sen ya, program zero waste bisa berjalan kalau tidak di barangi dengan pembenahan lingkungan daerah terkena dampak gempa, apalagi ini menyangkut MCK dan kesehatan masyarakat,” cetusnya (red)

Comments

comments