Bulog dan GNE Tandatangani Kerjasama, Ini Pesan Gubernur

0
35

Mataram, MetroNTB.com – Gubernur Nusa Tenggara Barat H. Zulkieflimansyah menyaksikan pendandatanganan perjanjian kerjasama Perusahaan Umum (Perum) Bulog Divre NTB dengan PT. Gerbang NTB Emas (Persero) di Mataram, Rabu 11 September 2019.

“Mudah-mudahan kerjasama ini menjadi awal yang baik bagi menggeliatnya BUMDES di desa-desa kita,” ungkapnya

Bang Zul sapaan akrabnya mengingatkan bahwa tugas terbesar dalam membangun desa adalah membangun dan memberdayakan BUMDes.

“Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) kini tengah disiapkan menjadi pusat perdagangan dan distribusi logistic,” katanya

Sementara, Direktur PT Gerbang NTB Emas (GNE), Samsul Hadi mengatakan, kerjasama ini dilakukan karena Bulog merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang menyediakan kebutuhan pokok.

Sedangkan GNE tugasnya membentuk jaringan bisnis ditingkat provinsi kemudian ke kabupaten sampai ketingkat desa.

“GNE menyiapkan aplikasi yang bisa dipakai oleh TDC Bumdes untuk bisa melayani online dan offline,” katanya

Dijelaskannya, aplikasi itu akan mendatangkan keuntungan bagi Bumdes berdasarkan kepastian suply barang dan harga yang lebih bagus.

Sebaliknya, Desa dan masyarakat bisa menjual komoditas seperti Beras, Jagung dan beberapa komoditas lainnya ke GNE Melalui Bumdesnya sendiri.

“Aplikasi itu langsung disertai daftar harga barang. Ada strategi bisnis khusus untuk kompetisi harga,” terangnya

Untuk tiga bulan pertama lanjutnya, sebanyak 100 lebih Bumdes yang akan di Setup mulai dari Kabupaten Lombok Barat yang nantinya akan diteruskan ke Kabupaten lainnya.

Diharapkan dalam satu tahun, GNE mampu mewujudkan 1137 Desa/Kelurahan telah memiliki TDC Desa sebagai bagian dari Jaringan Mahadesa TDC Desa yang akan membentuk infrastruktur ekonomi Propinsi NTB secara utuh.

Dengan Jaringan Mahadesa TDC ini, GNE akan membantu BUMDES mengelola dan memonetizing seluruh potensi bisnis di Desa, bahkan dengan platform e-commerce yang telah disiapkan, GNE membantu produk lokal Desa bisa dipasarkan diseluruh Jaringan Mahadesa TDC.

Di Lombok Barat, dari 119 desa dan tiga kelurahan yang ada, seluruhnya akan digelontorkan dana senilai Rp 200 juta.

“Dana ini akan dipergunakan untuk membangun Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sekaligus sebagai pusat perdagangan dan distribusi desa,” katanya menambahkan (red)

Comments

comments