Kuliah di UNU NTB, Bisa Bayar Kuliah Dengan Sampah

0
149
Foto : Plang UNU NTB (MetroNTB/Ist)

Mataram, MetroNTB.com – Ada hal yang menarik dan patut ditiru kampus lain yang dilakukan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) NTB. Mahasiswa yang kuliah di kampus tersebut, bisa membayar biaya kuliah dengan sampah. Bank Sampah UNU NTB dengan jargon

“Membayar Kuliah Dengan Sampah” merupakan terobosan pertama yang dilakukan institusi perguruan tinggi di NTB.

Rektor UNU NTB, Baiq Mulianah mengungkapkan, kebijakan bisa membayar biaya kuliah dengan sampah tersebut, bertujuan untuk memberikan edukasi kepada mahasiswa dan civitas akademika dalam menjaga lingkungan dengan pengurangan dan pengelolaan sampah sehingga sampah memiliki manfaat dan bernilai ekonomis.

“Penerapan kebijakan ini telah diawali  dengan pembentukan Bank Sampah UNU NTB oleh Fakultas Teknik bersama program studi Ekonomi Islam dan jurusan Sistem Informasi UNU NTB,” ujarnya, Senin 2 September 2019

Ia mengakui langkah awal ini memang masih jauh dari kata sempurna. Akan tetapi setahap demi setahap akan terus diperbaiki dan dimantapkan sehingga dapat mencapai target yang diharapkan.

Foto : Istimewa

Sebagai tindak lanjut dari kebijakan kampus tersebut, kata dia, maka pada momentum kegiatan Masa Orientasi Mahasiswa Baru, Rabu 29 Agustus pekan lalu, telah dilakukan Grand Launching Bank Sampah UNU NTB didepan 150 mahasiswa baru dan segenap civitas akademika di lembaga pendidikan tinggi tersebut.

Baiq Mul sapaan akrabnya menjelaskan bahwa Bank Sampah UNU NTB didirikan, karena pihaknya ingin ikut mensukseskan Visi-Misi Pemprov NTB dibawah kepemimpinan Gubernur Dr H. Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur Dr. Hj. Rohmi Djalilah (Zul-Rohmi) dalam mewujudkan Program NTB Zero Waste 2023.

“Saya dijapri sama Ibu Wagub, mengapresiasi Bank Sampah. UNU keren kata beliau,” terangnya

Sementara itu, Dekan Fakultas Teknik UNU NTB Gendewa Tunas Rancak mengatakan bahwa keberadaan Bank Sampah di kampusnya diharapkan dapat membantu meringankan bevab mahasiswa dalam pembiayaan akademik seperti SPP, KKN, Skripsi, dan pembiayaan akademik lainnya.

“Mahasiswa juga dapat menabung ke Bank Sampah sehingga akan menghasilkan saldo yang sudah ditentukan untuk meringankan pembiayaan kuliah,” tuturnya

“Kami sudah memiliki tahapan untuk mengembangan bank sampah ini, dengan 3 prodi,” sambungnya

Sistem administrasi dan keuangan Bank Sampah UNU dilakukan secara Online dengan memakai sistem online yang telah dikembangan oleh tim, melalui “https://banksampah.id” dan aplikasi mobile “mySmash”. MySmash merupakan aplikasi mobile yang memberikan informasi mengenai lokasi Bank Sampah yang ada serta pencatatan transaksi sampah yang disetorkan pada Bank Sampah.

“Nasabah Bank Sampah UNU NTB dapat mengetahui saldo sampah yang ditabungnya, yang telah dikonversikan kedalam nilau uang,” terang pria yang biasa disapa Dewa.

Aplikasi pencatatan Bank Sampah secara online diharapkan dapat memudahkan nasabah dan pengelola sehingga proses transaksi menjadi mudah dan transparan.

“Jenis sampah yang disetor pada tabungan juga memiliki jenis dan kriteria sampah. Sehingga mahasiswa dan civitas akademika didorong untuk dapat memilah dan memilih jenis sampah organik dan non organik,” katanya

Nasabah Bank Sampah terdiri seluruh civitas akademika UNU NTB antara lain dosen, mahasiswa, dan seluruh tenaga kependidikan.

Rencana jangka panjang pendirian Bank Sampah UNU NTB dapat menjangkau sasaran yang lebih luas seperti lingkungan sekitar kampus, pondok pesantren, atau sekolah-sekolah yang ingin dikelola sampahnya menjadi lebih bermanfaat.

“Pola edukasi Bank Sampah yang telah diimplementasikan di lingkungan kampus diharapkan dapat menjadi sebuah value dan kebiasaan untuk mengurangi volume sampah di lingkungan terdekat,” cetus Dewa

Dalam pengembangan, jurusan Teknik Lingkungan UNU NTB berencana memiliki ruang untuk Laboraturium lingkungan untuk sampah, sehingga ide ini merupakan kebutuhan prodi Teknik lingkungan untuk memiliki balai konservasi dan lab sampah.

“Ini dua hal yang tidak bias terpisah sebagai kebutuhan pengembangan ilmu pengetahuan juga,” tandasnya

Foto : Istimewa

Salah seorang Mahasiswa jurusan Teknik Lingkungan Mahendra Sastradinata mengakui, ide itu cukup bagus. Disamping dapat menjaga lingkungan dengan mengurangi sampah terutama plastik di Kota Mataram juga menjadi solusi untuk pembiayaan kuliah.

“Cara ini cukup efektif untuk mengubah cara berpikir kita tentang membuang sampah pada tempatnya, tentunya mahasiswa harus menjadi generasi pembawa perubahan di masyarakat” jelas Mahasiswa semester 5 yang juga tim pengelola Bank Sampah UNU NTB ini.

Senada dengan Zurhaini, Mahasiswa teknik lingkungan semester 8 ini juga menyambut baik program UNU NTB.

Apalagi persoalan sampah menurutnya, bukan saja di kota seperti di Mataram, namun di desa-desa saat ini persoalan sampah mulai mengganggu.

“Dengan adanya Bank Sampah di lingkungan kampus, menberikan inspirasi kepada mahasiswa untuk menerapkannya di lingkungan masing-masing,” pungkasnya (red)

Comments

comments