OJK Gandeng UMMAT Gelar TOT Industri Keuangan Non Bank Bagi Dosen Di NTB

0
89
Foto : Rektor Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT), Dr H Arsyad Abdul Gani saat saling tukar cendramata bersama Kepala Otoritas Jasa keuangan (OJK) NTB Farid Faletehan (MetroNTB/Istimewa)

Mataram, MetroNTB.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggandeng Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) menggelar Training Of Trainers (TOT) industri keuangan non bank (IKNB) bagi 100 dosen perguruan tinggi (PT) pulau Lombok dan pulau Sumbawa.

Masing-masing perguruan tinggi mengirim sepuluh orang dosen atau pengajar untuk menjadi peserta. Kegiatan tersebut merupakan bersertifikasi bagi para dosen dan akademisi perguruan tinggi.

Rektor Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT), Dr H Arsyad Abdul Gani mengatakan, kegiatan TOT yang melibatkan dosen/pengajar sebagai peserta dan calon trainers ini adalah langkah yang tepat, sebab mereka dapat mengedukasi mahasiswa terkait masalah keuangan.

“Selanjutnya mahasiswalah yang akan menyebarluaskan informasi penting tersebut kepada masyarakat umum,” katanya melalui keterangan tertulis yang diterima MetroNTB.com, Jum’at 23 Agustus 2019

Melalui kegiatan ini, diharapkan pemahaman tentang pengelolaan keuangan ini bisa tersebar luas kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan yang diadakan di kampus.

“TOT ini cukup penting untuk diadakan karena melalui kegiatan seperti ini, peserta dalam hal ini dosen akan dilatih untuk menjadi instruktur masalah keuangan,” tutur Arsyad

Dikatannya, informasi keuangan perlu diketahui dan dipahami publik. Sudah saatnya masyarakat diberi pengetahuan masalah mengelola keuangan.

“Ini akan menjadi amanah kita bersama, bapak ibu yang hadir pada hari ini untuk menyampaikan kepada mahasiswa dan masyarakat terkait tata cara pengelolaan keuangan. Dengan demikian, masyarakat kita menjadi masyarakat yang tangguh dan dewasa dalam masalah keuangan,” cetusny

Sementara, Kepala Otoritas Jasa keuangan (OJK) NTB Farid Faletehan mengatakan bahwa secara umum OJK memiliki tugas untuk mengatur dan mengawasi seluruh kegiatan sektor jasa keuangan di Indonesia. Dengan begitu tugas dan amanat OJK NTB yaitu untuk menjaga stabilitas sistem keuangan masyarakat Provinsi Nusa Tenggara Barat.

“Kami berkomitmen untuk mewujudkan sektor jasa keuangan yang kokoh, stabil, tumbuh dengan sehat dan berperan optimal dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat NTB,” tegasnya

Ia peryaca bahwa dengan adanya pelatihan instruktur atau training of trainers tersebut, memudahkan OJK untuk mewujudkan cita-citanya yaitu masyarakat dapat mengelola keuangan dengan baik.

Adapun langkah yang ditempuh yakni merubah mindset masyarakat. Saat keuangan membaik atau stabil, masyarakat harus berpikir untuk saving bila perlu untuk investing, sehingga ketika keuangan berada pada titik yang lemah masyarakat tidak kesusahan, paling tidak dalam memenuhi kebutuhan primernya.

“Kami berkomitmen untuk terus melakukan sosialisasi pengelolaan keuangan agar tumbuh keuangan yang berkelanjutan dan stabil bagi masyarakat NTB khususnya dan Indonesia pada umumnya,” tandasnya (*)

Comments

comments