Desa Sesela Resmi Jadi Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Di NTB

0
92
Foto : Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid bersama Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto, Ketua Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan, Guntur Witjaksono saat meresmikan Desa Sesela sebagai Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan. Persemian dilakukan di Pasar Seni Desa Sesela, Kecamatan Gunungsari, Kamis 15 Agustus 2019 (MetroNTB/Hms)

Lombok Barat, MetroNTB.com – Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid bersama Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto, Ketua Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan, Guntur Witjaksono meresmikan Desa Sesela sebagai Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan. Persemian dilakukan di Pasar Seni Desa Sesela, Kecamatan Gunungsari, Kamis 15 Agustus 2019.

Hadir dalam peresmian tersebut, Deputi Direktur Wilayah Bali, Nusa Tenggara, Papua (Banuspa) BPJS Ketenagakerjaan, M. Yamin Pahlevi, Kepala Kantor Cabang Nusa Tengara Barat (NTB), Sony Suharsono, sejumlah Kepala OPD Lombok Barat, Camat, tokoh agama, dan masyarakat sekitar.

Selain peresmian, kegiatan juga dirangkai dengan penyerahan klaim secara simbolis kepada lima orang peserta BPJS Ketenagakerjaan, penandatanganan prasasti, dan penampilan kesenian Lombok.

Desa Sesela menjadi desa pertama di NTB dan desa keenam se-Indonesia yang dicanangkan sebagai Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan tahun ini.

Salah satu syarat dinobatkannya sebuah desa sebagai desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan adalah dengan terdaftarnya para aparatur desa pada program perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan yang diselenggarakan oleh BPJS Ketenagakerjaan.

“Desa Sesela ini sadar jaminan sosial karena tenyata dari angkatan kerja penduduk Desa Sesela ini, dari 5000 warga ada 1200 orang yang terdaftar kepesertaannya sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan,” ujar Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto.

Dikatakannya, warga Sesela sudah memiliki keamanan dan perlindungan dalam bekerja. Ini penting karena dasarnya untuk menjamin pendapatan apabila warga mengalami musibah sosial ekonomi seperti kecelakaan, kematian dan menghadapi hari tua.

“Jika seluruh aparat desa sudah memahami pentingnya akan jaminan sosial ketenagakerjaan, diharapkan seluruh masyarakat pekerja di desa ini juga bisa teredukasi dengan baik,” terang Agus

Ia berharap kesadaran masyarakat akan pentingnya jaminan sosial harus terus dibangun agar menjadi budaya dan kebutuhan bagi masyarakat dalam menghadapi resiko sosial yang terjadi.

Sementara, Bupati H. Fauzan Khalid mengaku sangat berterimakasih atas program yang diinisiasi BPJS Ketenagakerjaan ini.

Ia menilai program ini memiliki manfaat yang sangat baik, khususnya dalam menghadapi segala sesuatu di masa depan.

“Kita ini hidup buat masa depan. Oleh karena itu perlindungan sangat penting. Perlindungan itu untuk mengantisipasi yang terjadi dalam hidup kita. Dan saya harap mudahan ini bisa menyebar ke semua desa di Lombok Barat,” harapnya

Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan sendiri merupakan inisiatif yang digagas oleh BPJS Ketenagakerjaan yang hingga saat ini telah mencapai ratusan desa yang tersebar di seluruh Indonesia.

Inisiatif awal pembentukan desa sadar jaminan sosial ini bermula pada tahun 2017, dimana sebanyak 276 desa dinobatkan sebagai desa sadar jaminan sosial ketenagakerjaan yang kemudian dilanjutkan pada tahun 2018 sebanyak 201 desa.

Diharapkan, di penghujung tahun 2019 nanti, Indonesia sudah memiliki 675 desa yang resmi menjadi desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (red)

Comments

comments