UNU NTB Gelar Seminar Kebencanaan, Hadirkan Ahli Geologi Amerika Serikat

0
95
Foto : Rektor UNU NTB, Baiq Mulianah (MetroNTB/Dika)

Mataram, MetroNTB.com – Universitas Nahdlathul Ulama UNU Nusa Tenggara Barat (UNU NTB) bekerjasama dengan LDS Charities, Brigham Young University (BYU) Amerika Serikat, dan NGO Habitat Alam Khatulistiwa, menggelar Seminar Manajemen Kebencanaan di aula UNU NTB di Mataram, Kamis 4 Juli 2019

Seminar bertema peningkatan dan penguatan kesiapan mitigasi masyarakat dan pemerintah menghadapi potensi bencana, ini mengahadirkan narasumber utama, Profesor Ronald Albert Harris PhD, dari Departemen Ilmu Geologi, Brigham Young University.

Ronald yang populer dengan panggilan RON Harris, ini juga merupakan ahli struktur geologi dan kegempaan serta tsunami, sekaligus pendiri In Harm’s Way, sebuah organisasi kebencanaan nirlaba di Amerika Serikat.

Seminar diikuti sekitar seratus peserta, mahasiswa UNU NTB serta perwakilan stakeholders terkait di Mataram termasuk perwakilan BPBD dan juga BMKG.

Rektor UNU NTB, Baiq Mulianah menjelaskan, seminar manajemen kebencanaan tersebut digelar untuk meningkatkan kesadaran mitigasi masyarakat, terutama di daerah NTB yang memang terletak di lokasi yang rawan bencana.

“Kita harap dari sini adalah peningkatan kesadaran kita terhadap bencana. Artinya bagaimana kita melakukan mitigasi, karena bencana itu kan nggak bisa dihindari misalnya gempa bumi, tsunami gunung meletus karena memang daerah kita rawan bencana,” katanya.

Baiq Mul sapaan akrabnya menekankan, meski kebencanaan tak bisa dihindari namun kepahaman mitigasi akan sangat membantu dalam hal mengurangi atau meminimalisir dampak bencana yang berkaitan dengan korban luka atau jiwa.

“Potensi kebencanaan NTB yang terletak di garis cincin api atau ring of fire sudah terbukti terjadi dalam rangkaian gempa bumi 2018,” terangnya

Secara keilmuan, lanjutnya gempa bumi besar selalu saja memiliki siklus yang memungkinkan akan terjadi lagi di waktu mendatang.

Hal yang harus terus dilakukan adalah bagaimana menyiapkan masyarakat dan juga pemerintah yang tanggap dan punya manajemen kebencanaan yang baik.

“Manajemen bencana ini penting sekali untuk menekan dampak. Misalnya proses evakuasi korban di daerah bencana harus seperti apa, kemudian penyiapan jalur-jalur evakuasi di daerah yang rawan bencana, semua harus mulai dipikirkan SOP-nya,” tutur Baiq Mul

Ia menambahkan, seminar dan hasil riset nantinya akan diajukan menjadi masukan dan rekomendasi bagi pemerintah NTB.

“Sebelum seminar dilakukan, sebuah riset juga dilakukan oleh tim dari Brigham Young University (BYU) Amerika Serikat, dengan lokasi sampel di Lombok Utara dan Lombok Selatan, sejak 25 Juni lalu,” katanya menambahkan (red)

Comments

comments