Sejumlah OKP Pertanyakan Beasiswa Aktivis, Ini Penjelasan LPP NTB

0
102
Foto : Sekretaris Lembaga Pengembangan Pendidikan (LPP) NTB, Sri Hastuti (MetroNTB/Bram)

Mataram, MetroNTB.com – Sejumlah aktivis dari berbagai organisasi kemahasiswaan NTB seperti PMII, IMM dan HMI mempertanyakan beasiswa aktivis Pemerintah Provinsi NTB.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Lembaga Pengembangan Pendidikan (LPP) NTB memberikan klarifikasi atas informasi mengenal beasiswa untuk para aktivis NTB yang ditulis oleh sejumlah media.

Sekretaris Lembaga Pengembangan Pendidikan (LPP) NTB, Sri Hastuti menjelaskan, beasiswa untuk para aktivis NTB Ini, adalah bagian dari program Beasiswa NTB.

“Hanya saja, beasiswa ini dikhususkan bagi para pemuda-pemudi NTB yang berlatarbelakang aktivis,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Jum’at 14 Juni 2019.

Sri menjelaskan, beasiswa aktivis meliputi kalangan aktivis dalam makna yang cukup luas. Mulai dari aktivis organisasi kemahasiswaan, yayasan, lembaga hingga komunitas yang bergerak di berbagai bidang dan isu.

“Karenanya, tidak benar jika ada berita yang menyebutkan bahwa ini beasiswa yang ditujukan hanya bagi aktivis yang sering terlibat aksi demonstrasi,” bantahnya

Selain beasiswa ini, Pemprov NTB juga tetap memberikan kesempatan bagi pemuda-pemudi NTB yang berlatar belakang selain aktivis.

Dengan kata lain, beasiswa aktivis tidak akan membatasi peluang mereka yang tidak memiliki latarbelakang aktivis. Saat ini, sedikitnya 120 aktivis NTB telah siap mengikuti program studi ke Malaysia.

“Mereka akan berangkat secara bertahap, mulai September 2019,” cetusnya

Sri menerangkan, persyaratan calon penerima beasiswa adalah aktif di kepengurusan organisasi dan mendapatkan rekomendasi dari pimpinan organisasi.

Awalnya, kuota untuk program beasiswa S2 ke Malaysia ini hanya untuk 20 orang sesuai dana yang tersedia.

Namun, lanjutnya, setelah tim LPP NTB berkoordinasi dengan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah kuota tersebut ditambah menjadi 120 orang animo anak muda NTB mengikuti program beasiswa aktivis ini sangat tinggi. Pendaftaran dibuka sejak 8-18 Mei 2019 lalu.

“Sebanyak 413 orang mendaftar dalam kurun waktu tersebut. Dari jumlah tersebut, yang berhasil lulus dalam seleksi administrasi sebanyak 253 orang,” tutur Sri

Peserta yang lulus seleksi administrasi ini kemudian menjalani seleksi berikutnya, yaitu wawancara.

Setelah seleksi wawancara ini, diperoleh 120 peserta yang lulus. Sebanyak 120 orang tersebut, dinyatakan memenuhi kualifikasi mendapatkan beasiswa NTB.

Namun, untuk dapat diterima di perguruan tinggi luar negeri, ada persyaratan bahasa yang ditetapkan oleh plhak perguruan tinggi.

Seperti halnya para penerima beasiswa lain, mereka baru bisa diterima di kampus Malaysia apabila telah mengantongi sertifikat IELTS Untuk memudahkan para penerima beasiswa ini, LPP NTB pun telah bekerjasama dengan 18 kampus di Malaysia.

“Tim LPP NTB akan membantu 120 anak-anak muda NTB tersebut masuk ke kampus-kampus yang mereka pilih sesuai jurusan sesuai persyaratan kampus setempat,” katanya

Tim LPP NTB pun bekerjasama dengan lembaga yang melakukan tes Bahasa Inggris untuk masuk ke perguruan tinggi luar negeri dari Malaysia. Normalnya, biaya yang harus ditanggung untuk memperoleh sertifikat bahasa itu sebesar Rp 3 juta hingga Rp 4 juta.

Mengingat biaya yang cukup besar ini, LPP NTB pun memberikan subsidi kepada para penerima beasiswa sehingga calon penerima beasiswa hanya perlu mengeluarkan biaya Rp1,1 juta guna mendapatkan sertifikat tersebut.

“Jika anak 120 orang sudah punya IELTS dan TOEFL sesual persyaratan kampus Malaysia maka tidak perlu mengambil tes. Tapi kalau belum punya, maka harus mengambil tes Bahasa Inggris. Pihak Malaysia siap datang ke Mataram,” jelas Sri

la menambahkan, untuk TOEFL Malaysia, bisa diganti dengan MUET (Malaysia University English Testing). MUET adalah alternatif untuk mereka yang belum mempunyai sertifikat IELTS dan TOEFLIBT Pemberangkatan tahap pertama bagi para penerima beasiswa ini akan dimulai pada September 2019 mendatang.

Mereka yang diberangkatkan di tahap pertama adalah para awardee atau penerima beasiswa yang dokumennya sudah lengkap.

“Kami sudah mengirimkan mahasiswa sejak September 2018. Kami punya awardee di beberapa negara. Yaitu Polandia dan Korea. Kita sudah punya awarde sebanyak 46 orang di Polandia dan 17 di Korea,” tambahnya

Pengiriman mahasiswa NTB ke Malaysia merupakan batch III. Untuk tujuan Polandia, tercatat sudah 42 awardee NTB yang menjadi peserta.

Pada September mendatang, Pemprov juga akan memberangkatkan anak muda NTB untuk mengikuti kuliah S1 di Cina sebanyak 11 orang dan S3 sebanyak 4 orang.

Kemudian, S3 di Taiwan sebanyak 11 orang. Hingga Mei 2019 jumlah penerima Beasiswa NTB telah melampaui 300 orang.

Terkait sumber anggaran, Sri l menegaskan bahwa seluruh anggaran beasiswa NTB tidak ada yang berasal dari APBD NTB.

“Anggaran untuk beasiswa ini díhimpun dari CSR dan dana hibah perusahaan,” tegasnya

Sementara, terkait latar belakang organisasi atau afiliasi para penerima beasiswa aktivis ini, Sri Hastuti mencatat terdapat sebanyak 52 afiliasi.

Dari jumlah itu, awardee terbanyak berasal dari latar belakang 10 organisasi, yaitu HMI, KAMMI, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, Karang Taruna Desa di NTB, HIMMAH NW, Sekolah Guru Indonesia (SGI), POKDARWIS, Ikatan Alumni Pondok Pesantren di NTB, Orang Muda Katolik Mataram dan Genre NTB (red)

Comments

comments