Industrialisasi, Program Unggulan Menuju NTB Sejahtera dan Mandiri

0
103

Mataram, MetroNTB.com – Tidak mungkin akan ada kemajuan tanpa peningkatan nilai tambah pada produk-produk yang kita miliki. Dan peningkatan nilai tambah itu, tidak akan terjadi tanpa industrialisasi. Dan industrialisasi tak akan ada tanpa teknologi.

Pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah dan Dr Siti Rohmi Djalilah saat membuka Kuliah Umum dan Diskusi Penyusunan Roadmap Industrialisasi NTB, di Aula Bappeda Provinsi NTB beberapa waktu lalu.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur menguraikan hal tersebut dihadapan Sekda bersama seluruh Kepala Perangkat Daerah, Kepala BI, BPS, Akademisi dan para pemangku amanah pembangunan NTB lainnya.

“Tanpa industrialiasasi, mimpi kita tentang kemajuan NTB, akan sangat sulit untuk dapat diwujudkan. Karenanya, untuk maju, NTB butuh industialisasi,” kata Bang Zul sapaan akrabnya

Industrialisasi, menurutnya adalah proses besar untuk terus meningkatkan produksi dan menambah nilai tambah pada produk- produk tersebut.

“Jadi langkah pertama yang harus dilakukan dalam meningkatkan ekonomi adalah memberi nilai tambah pada setiap produk yang akan dipasarkan,” imbuhnya seraya berujar “Ajourney of thousand miles, should be started by a single step. Jalan panjang, selalu harus di mulai dengan langkah pertama”.

Bang Zul menjelaskan, tidak ada Kabupaten, Kota, dan Provinsi yang akan mampu mencicipi kesejahteraan, kemakmuran, tanpa Industrialisasi.

“Industrialisasi tidak identik dengan pabrik-pabrik besar, tidak identik dengan perusahaan sebesar Newmont,” cetusnya

Tapi industrialisasi, lanjutnya seperti  produk pertanian, peternakan, kelautan dan perikanan serta aneka produk kain tenun, kita olah disini menjadi barang jadi, tidak dikirim dan dipasarkan dalam bentuk bahan baku atau mentah.

“NTB memiliki  madu hutan, harus diolah terlebih dahulu menjadi berbagai macam produk. Ada obat dari madu, ada madu Sachet,” tandasnya

Dua atau tiga tahun ke depan, tidak boleh lagi membanggakan rumput laut yang tidak diolah, tidak boleh lagi menjual sapi atau kerbau hidup ke luar daerah, semuanya harus diolah di sini.

“Dua tahun ke depan, kita tidak lagi jual jagung atau gabah ke luar daerah tapi akan punya pabrik penggilingan padi di sini, jagung, begitu juga rumput laut. Insya Allah, tahun depan Bulog akan menghadirkan pabrik penggilingan beras terbesar di NTB,” katanya menambahkan (red)

Comments

comments