Gubernur NTB : Jadikan Kampus Untuk Mengenal Jati Diri

0
64
Foto : Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr. H. Zulkieflimansyah membuka kuliah umum yang akan diberikan oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) RI, Prof Mohamad Nasir di Auditorium Abubakar, Universitas Mataram atau Unram, Senin 15 April 2019 (MetroNTB/Ist)

Mataram, MetroNTB.comGubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr. H. Zulkieflimansyah membuka kuliah umum yang akan diberikan oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) RI, Prof Mohamad Nasir di Auditorium Abubakar, Universitas Mataram atau Unram, Senin 15 April 2019.

Kuliah umum yang diikuti ratusan mahasiswa yang berasal dari seluruh Universitas di NTB dan selurih civitas akademika Unram itu, mengangkat tema “Peran mahasiswa dalam menghadapi era revolusi industri 4.0”.

Di hadapan ratusan mahasiswa yang hadir, Gubernur mengatakan, revolusi industri 4.0 dengan kemajuan teknologi digital, telah menyebabkan dunia saat ini mengalami perubahan luar biasa, artificial intelligence dengan kemajuan teknologi digital yang luar biasa.

Dalam menghadapi revolusi industri 4.0 yang begitu pesat tersebut, gubernur menyarankan kepada seluruh mahasiswa di NTB, agar dalam berkuliah jangan datang ke Kampus hanya untuk belajar saja. Akan tetapi mahasiswa juga harus pandai dalam bergaul.

“Jadikan kampus untuk mengenal diri jati diri lebih dalam”, ujarnya

Menurutnya, mahasiswa harus mampu melihat perkembangan teknologi dan dimanfaatkan untuk menuju kesuksesan.

“Kemajuan Indonesia tergantung dari mahasiswa sebagai penggerak membangun ekonomi indonesia yang lebih baik,” katanya

Selain itu, Dr Zul menekankan mahasiswa juga harus lebih banyak aktif dalam berorganisasi.

“Menjadi aktivis, namun harus jadi aktivis sejati, yang sejalan dengan kemampuan akademis yang juga harus lebih baik,” tandasnya

Sementara itu, dalam kuliah umum yang disampaikan, Menristekdikti RI, memaparkan kriteria untuk sukses di Era revolusi industri 4.0 saat ini. Hal yang paling mendasar adalah mahasiswa harus “wanen (bahasa sasak)” yang berarti harus pemberani.

Menurutnya, sikap pemberani saja juga tidak memiliki arti, kalau tidak dibarengi dengan sikap kejujuran, disiplin, mudah bergaul, dukungan pendamping, bekerja keras, mencintai pada pekerjaannya, mempunyai kepemimpinan yang baik, kepribadian yang kompetitif, hidup serba teratur dan punya kemampuan menjual ide yang dimiliki atau kreatif.

“Sepuluh faktor inilah penentu kesuksesan di masa depan”, ungkapnya.

Usai memberikan kuliah umum, Menristekdikti juga memberikan penghargaan kepada lima mahasiswa dengan prestasi akademik terbaik, berupa satu buah Laptop untuk masing-masing Mahasiswa.

Hadir dalam kesempatan tesebut Rektor Univetsitas Mataram, Anggota Komisi VII DPR RI H. Kurtubi dan seluruh jajaran civitas akademika Unram (red)

Comments

comments