Gubernur NTB Temui Menristekdikti, Ini Hasilnya

Foto : Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr Zukieflimansyah didampingima, Bupati Bima, Hj. Indah Damayanti Putri, Bupati Lombok Utara, Dr. Najmur Ahyar, Rektor Unram, Prof Dr Lalu Husni dan perwakilan UTS menemui Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) di Jakarta, Kamis 4 April 2019 (MetroNTB/Ist)

Jakarta, MetroNTB.com – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr Zukieflimansyah didampingima, Bupati Bima, Hj. Indah Damayanti Putri, Bupati Lombok Utara, Dr. Najmur Ahyar, Rektor Unram, Prof Dr Lalu Husni dan perwakilan UTS menemui Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) di Jakarta, Kamis 4 April 2019.

Gubernur membawa kabar gembira dari hasil pertemuan dengan menteri tersebut. Dalam waktu dekat akan dilakukan pendiriaan dan penegerian pada beberapa perguruan tinggi di Pulau Sumbawa dan di Kabupaten Lombok Utara.

“Insya Allah, minggu depan tim Ristekdikti akan berkunjung ke Bima, Sumbawa dan Lombok Utara untuk langsung eksekusi dan visitasi,” ungkap Dr Zul sapaan akrabnya

Usulan pendirian dan penegerian kampus di NTB disambut baik Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan (Kemenristekdikti) RI.

Potensi pendidikan di beberapa titik di Lombok dan Sumbawa dinilai layak menjadi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) .

Gubernur kemudian membahas langkah – langkah yang akan diambil untuk percepatan penegerian tiga (3) Kampus/Universitas di NTB.

Ketiga Kampus/Universitas tersebut adalah Universitas Negeri Sumbawa (UTS) serta Poltekpar di KLU dan Bima.

Menurut Gubernur, penegerian Universitas ini akan mempercepat peningkatan kualitas pendidikan yang ada di daerah tersebut.

“Mudah-mudahan dengan hadirnya 3 perguruan tinggi negeri di NTB akan membuat pembangunan manusia kita menjadi lebih baik,” harapnya

“Pertemuan tadi kami bersama dengan rektor unram, bupati bima, bupati KLU dan perwakilan UTS. Pertemuan ini intinya adalah untuk Pendirian poltek negeri di Bima dan Lombok Utara. Serta penegerian UTS,” sambung Dr Zul

Gubernur juga menegaskan tidak akan menunda-nunda waktu untuk mewujudkan hal tersebut.

“Kita akan mulai segera mungkin, inshaAllah minggu depan kita akan mulai melakukan visitasi, syarat-syaratnya segera akan kita lengkapi,” tegasnya

Gubernur menambahkan, bahwa pendirian dan penegerian kampus walau dikebut, pemerintah akan tetap hati – hati dan memperhitungkan dampak yang mungkin terjadi.

“Akan kita lihat hasil visitasinya, karena ini juga menyangkut nasib dosen yang sudah ada dan lama disana. Jangan sampai, penegerian sudah kita laksanakan, namun dosen-dosen lama tidak mendapat jaminan kerja. Ini yang akan jadi masalah. Kita akan perjuangan,” tandasnya (red)