Wakil Walikota Paparkan Program Kota Mataram di Forum Pimpinan Daerah Se-NTB

Foto : Wakil Walikota Mataram H. Mohan Roliskana memaparkan program kota Mataram di Forum Pimpinan Daerah se-NTB yang digelar oleh Pemerintah Provinsi NTB di Hotel Lombok Raya Mataram, Senin 1 April 2019 (MetroNTB/Ist)

Mataram, MetroNTB.com – Wakil Walikota Mataram H. Mohan Roliskana memaparkan program kota Mataram di Forum Pimpinan Daerah se-NTB yang digelar oleh Pemerintah Provinsi NTB di Hotel Lombok Raya Mataram, Senin 1 April 2019.

Melalui forum yang digagas oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB tersebut, Wakil Walikota Mataram menjadi kepala daerah pertama yang mendapat giliran memaparkan isu-isu strategis dan program-program kegiatan di Kota Mataram tahun 2020.

“Secara umum Kota Mataram memberikan perhatian pada daya saing Sumber Daya Manusia (SDM),” katanya

Berikutnya lanjutnya, penurunan angka kemiskinan dan kesenjangan, peningkatan nilai tambah sektor ekonomi, kualitas lingkungan dan infrastruktur pemukiman, peningkatan manajemen pengurangan resiko bencana, serta peningkatan akuntabilitas tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik.

“Isu-isu strategis yang dipaparkan, kami berharap bisa bersinergi dan sinkron dengan program-program strategis Pemerintah Provinsi NTB serta mendapat intervensi dari Pemerintah Provinsi NTB,” cetusnya

Secara lebih spesifik Mohan memaparkan bahwa pada tahun 2020 mendatang Kota Mataram berencana akan membangun ruang kreatif serta sarana-sarana pendukungnya di Kelurahan Sayang-Sayang Kecamatan Cakranegara, pembangunan kampung kreatif, serta melakukan revitalisasi pusat kerajinan mutiara Sekarbela dalam rangka peningkatan nilai tambah sektor unggulan.

“Selain itu akan dilaksanakan pula pengembangan pasar ACC yang merupakan pasar perintis di Kota Mataram, sementara di bidang kesehatan akan dilakukan peningkatan layanan RSUD Kota Mataram yang saat ini telah diakui pusat sebagai rumah sakit inovatif dalam hal pelayanan,” paparnya

Di bidang infrastruktur, Mohan meminta provinsi untuk menjadi mediator Pemerintah Kota Mataram dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat terkait dengan rencana pembangunan jalan tembus Bung Hatta Gegutu-Lobar yang sangat mendesak untuk dilaksanakan, serta pembuatan kolam retensi babakan yang membutuhkan tujuh hektar lahan.

Kota Mataram, lanjutnya juga mengharapkan kerjasama dengan Dinas PUPR Provinsi NTB untuk melakukan rehabilitasi jalan nasional dan jalan provinsi termasuk pedestrian yang saat ini sangat minim perhatian.

“Program lainnya adalah pembangunan penaman sungai dan muara untuk antisipasi banjir di wilayah selatan Kota Mataram yang membutuhkan sekitar 450 meter jetty,” tuturnya

Kemudian juga melanjutkan pembangunan jalan inspeksi sungai jangkuk yang juga terkait dengan upaya membangun kesadaran sosial untuk melakukan upaya zero watse di empat sungai besar yang ada di Kota Mataram.

“Dalam upaya peningkatan kesadaran sosial tersebut, Pemerintah Kota Mataram akan membuat kebijakan agar tidak ada lagi rumah yang membelakangi sungai sebagai teori ideal untuk memberi perhatian terbaik pada sungai,” tutur Mohan

Pembangunan Rusunawa Bintaro, kata dia untuk mengamankan pemukiman sekitar pantai dengan merelokasi nelayan seputaran Bintaro. Serta yang terakhir dukungan dalam hal penanganan kebersihan.

“Saat ini kami baru punya 35 mobil sampah, dan hanya 25 unit yang bisa dimanfaatkan maksimal. Belum sesuai dibanding produksi sampah yang 350 ton sehari. Untuk itu kami berharap Pemerintah Provinsi dapat memberi support,” ungkapnya (red)