MOH. AKRI Solusi Rakyat Dapil 7 di Parlemen Udayana

0
440

METRONTB.COM,MATARAM-Akhir-akhir ini hingga menjelang pemilu pada 17 april 2019 mendatang, lagi gencar-gencarnya para calon legislatif mengkampanyekan dirinya, baik di tingkat Kab/Kota maupun tingkat pusat. Dimulai dari caleg Incambent hingga caleg baru, yang mempromosikan visi-misinya lewat berbagai macam alat, dari alat peraga berupa baliho, sanduk hingga media-media cetak dan juga online.

Kali ini masyarakat sudah mulai cerdas dan pintar memilih wakilnya yang akan mewakilinya selama lima tahun kedepan.

Untuk di dapil tujuh 7 DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat, tentu sangat banyak sekali calon-calonnya yang sudah berkeliaran. Tapi masyarakat juga harus melihat rekam jejak dan pengalaman dari calon yang akan dipilih untuk dijadikan wakil.

Siapa lagi yang tidak mengenal sosok Moh. Akri, SH.I, dia memiliki segudang pengalaman dalam politik dan juga pamiliar di masyarakat. Saat ini Moh. Akri sedang menjabat sebagai Sekretaris Wilayah di salah satu Partai Islam yaitu Partai Persatuan Pembangunan. Yang mana Partai ini memiliki visi dalam memperjuangkan hak-hak umat di Parlemen. Salah satunya adalah Amar Ma’ruf Nahi Mungkar.

Moh. Akri merupakan alumni IAIN Mataram Jurusan Hukum Islam dan aktif di berbagai organisasi dimulai sejak menjadi mahasiswa hingga sekarang ini. Ketika menjadi mahasiswa iya aktif di PMII, IPNU, ANSOR hingga NU sampai sekarang ini. Dia juga pernah menjabat sebagai Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Kota Mataram, pernah juga menjadi Wakil Ketua IPNU NTB, serta Sekretaris PW GP. Ansor NTB, Wakil Sekretaris NU Kabupaten Lombok Tengah.

Saat ini, Akri juga menjadi Tenaga Ahli DPR-RI F-PPP di Jakarta, lewat itu juga dia sering menyapa masyarakat dan membawa program-program pemberdayaan dan pembinaan untuk masyarakat banyak di Lombok Tengah. Sehingga bagi masyarakat Lombok Tengah bagian Utara sudah tidak asing lagi sosok Moh. Akri di telinga mereka semua.

Kalau dilihat dari pengalamannya ini tentu menjadi alasan besar masyarakat untuk memilih menjadi wakilnya di Udayana. Dan memperjuangkan hak-hak rakyat khususnya di Lombok Tengah bagian Utara diantaranya Batukliang, Batukliang Utara, Praya, Praya Tengah, Janapria dan juga Kopang.

Dengan melihat rekam jejak ini tentu ketika menjadi anggota legislatif yang berkantor di Udayana nantinya, tidak hanya menjadi dewan yang hanya datang, duduk, diam. Tidak bisa memperjuangkan hak-hak rakyatnya melalui jabatan yang ia emban.  Karena tidak bisa menyampaikan dan menjalankan tugasnya sebagaimana anggota dewan yang sesungguhnya, yang tugasnya Pengawasan, penganggaran dan membuat peraturan-peraturan perundang-undangan.

Kalau Moh. Akri terpilih menjadi anggota DPRD Provinsi NTB, tentu sudah tidak diragukan lagi kualitas dan kapastitasnya sebagai anggota dewan di parlemen Udayana nantinya. Kompetensinya sangat mumpuni dalam bidang rapat-rapat nanti ketika membahas anggaran yang menyangkut hak-hak rakyatnya.

Dekat Dengan Rakyat Kecil

Moh. Akri dikenal selalu dekat dengan rakyat, juga masyarakat tidak pernah merasa punya jarak dengan sosoknya. Yang selalu humor dan apa adanya. Itulah yang membuat rakyat Lombok Tengah bagian Utara harus dan sudah saatnya diwakili oleh sosok Moh. Akri.

Bisa di cek di Kabupaten Lombok Tengah, banyak sekali program-program menyentuh langsung untuk rakyat banyak. Banyak orang mengatakan, bagaimana jika menjadi anggota dewan nanti. Pastinya semakin banyak dan semakin mengutamakan rakyatnya melalui aspirasi yang dimiliki.

Moh. Akri selalu membawa dirinya dengan jamak-jamak bahasa sasaknya dan tidak pernah merasa beda ketika dekat dengan siapapun. Tentu ini adalah hal yang paling utama yang tidak dimiliki oleh caleg-caleg lain yang ada di Lombok Tengah dan lainnya.

Moh. Akri menawarkan dirinya untuk berkhidmat untuk masyarakat banyak khususnya di enam Kecamatan di Lombok Tengah bagian Utara.

Masyarakat Lombok Tengah memiliki kesempatan untuk diwakili oleh sosok Moh. Akri pada hari Rabu 17 april 2019 mendatang adalah penentu bagi masyarakat Lombok tengah untuk memilihnya di bilik TPS.

 

Comments

comments