Talk Show Fiqih Jalan Raya di Mataram

0
210
Para narasumber yang duduk berderetan pada saat Talk Show Fiqih Jalan Raya.
Para narasumber yang duduk berderetan pada saat Talk Show Fiqih Jalan Raya.

METRONTB.COM,MATARAM-

Talk Show Fiqih Jalan Raya (FJR) bersama yayasan buana Bhayangkari kepolisian Wilayah Nusa Tenggara Barat dengan tema “Fiqih jalan raya”

Kegiatan ini dilaksanakan di Aula UNU NTB, Jalan Pendidikan No 06 Mataram, Selasa (12/03/19).

Direktur lalu lintas Polda Nusa Tenggara Barat memaparkan permasalahan lalu lintas saat ini,  pelanggaran, kecelakaan, dan kematian. ini disebabkan karena masih kurangnya kesadaran terhadap penegakan hukum secara masip oleh pengguna jalan.

“Prinsip konyol yang masih sering muncul adalah menggunakan helm sebatas lepas dari penindakan oleh polisi, padahal tujuan atama adalah safety road/keselamatan berkendara.” Imbuhnya.

TGH Hasanain Juani yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Haramain Narmada Lombok Barat, mengulas tentang penegakan undang-undang lalu lintas dari konteks fiqih syariat, yakni mematuhi hukum syariat Islam adalah wajib.

Sebagai bentuk kataatan dan menjaga hubungan antara makhluk dan sang khalik. Upaya ini tidak cukup jika kesadaran itu belum bermanfaat bagi yang lainnya yakni hubungan antar sesama makhluk.

“Begitu juga dengan Fiqih Jalan Raya ini. Seseorang itu tidak boleh berjalan dengan sombong. Lalu mengganggu perjalanan yang lain. Dalam konteks lalu lintas ini menjadi niscaya dalam rangka menciptakan keamanan dan kenyamanan bersama.” Pungkasnya.

Selain itu Prof. Dr. H.Masnun Tahir M.Ag, selaku Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat, sekaligus Wakil Rektor 1 Universitas Islam Negeri Mataram menyampaikan akar pokok permasalahan lalu lintas adalah pelanggaran, kecelakaan dan kemacetan.

Dalam pandangan Islam, fiqih jalan raya sudah ada riwayat hadits, anjuran untuk jangan duduk di jalan raya, karena ada hak pejalan kaki atau pengendara yang harus dikedepankan. Oleh sebab itu bagian dari penegakan habluminannas berdasarkan hubungan antar sesama manusia ketika menjaga dan mengutamakan hak manusia.

“Kita sudah menerapkan nilai ilahiyah yakni menegakkan menjaga hubungan dengan Allah. Perintah Allah itu merupakan salah satu cara kita menghargai teman saat diperintah Allah, maka otomatis akan mentaati dan mencintai manusia lainnya.” terangnya.

Guru Besar Hukum perdata ini juga menjelaskan Kesadaran beragama harus berperan serta dalam penegakan hukum menjadi barometer. Bagaimana pengamalan dari sebuah keyakinan sehingga memiliki nilai yang positif dalam kehidupan sehari-hari.

“Polisi itu tugasnya adalah menegakkan hukum, Penegakan hukum untuk kebaikan dan keselamatan itu wajib. Penegakan hukum yaitu berdasarkan regulasi-regulasi yang benar dari pemerintah keamanan dan kenyamanan bahasa lainnya safety Road for Humanity,”tutupnya(jk)

Comments

comments