Bupati Resmikan Masjid Al-Islahudin Pakel Gunungsari Lobar

0
89
Foto : Penandatanganan prasasti oleh Bupati Fauzan Khalid disaksikan Wakil Ketua I Baznas Provinsi NTB TGH. Munajib,  Pejabat Kementerian PUPR, BPBD Provinsi NTB, Camat Gunungsari, Kapolsek, Danposramil dan seluruh masyarakat serta para pengurus takmir masjid (MetroNTB/Humas)

Lombok Barat, MetroNTB.com – Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid meresmikan Masjid Al-Islahudin yang berada di Dusun Pakel, Desa Gunungsari, Kecamatan Gunungsari, Jum’at (8/3).

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Bupati Fauzan Khalid disaksikan Wakil Ketua I Baznas Provinsi NTB TGH. Munajib,  Pejabat Kementerian PUPR, BPBD Provinsi NTB, Camat Gunungsari, Kapolsek, Danposramil dan seluruh masyarakat serta para pengurus takmir masjid.

Bupati H. Fauzan Khalid dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada seluruh BUMN yang telah membantu masyarakat Dusun Pokel dalam pembangunan masjid.

Terlebih pembangunan masjid yang sebelumnya mengalami rusak berat akibat gempa beberapa waktu lalu itu dibangun dengan struktur tahan gempa Risha.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberi dukungan, baik materil, moril, doa dan tenaga sehingga masjid ini dapat tuntas dengan baik. Terlebih kepada Kementerian PUPR dan BPBD Provinsi NTB,” ucapnya.

Fauzan berharap masyarakat dapat memanfaatkan masjid ini dengan baik.

Sementara itu, Andria Hidayati selaku Pejabat pembuat komitmen dari Kementrian PUPR Bidang Cipta Karya dalam keterangannya tidak merinci biaya yang dihabiskan dalam pembangunan masjid ini.

“Yang jelas bangunan masjid ini masuk hitungan milliaran,” katanya.

Masjid Al-Islahudin yang usai dibangun ini sendiri luasnya 15 x 15 meter persegi. Terdiri dari bangunan masjid, kemudian ada bangunan menara dan tempat wudhunya.

Sedangkan dari PT. Wika melalui dana CSRnya juga membantu pembangunan paping blok, tandon air, dan sound sistem.

Sementara itu Kepala Dusun Pakel, Sabihin mengaku sangat bersyukur telah dibangunkan masjid oleh pemerintah.

“Kalau masyarakat sini tidak mungkin dapat membangun, karena biaya,  apalagi masyarakatnya terkena gempa,” katanya.

Bapak Sabihin juga berterimakasih kepada semua donatur yang telah membantu masyarakatnya sampai bisa memiliki masjid kembali pasca gempa.

“Semua biaya di tanggung pemerintah. Tidak ada sedikitpun swadaya. Atau dibebankan masyarakat kami,” pungkasnya (Red)

Comments

comments